80 KM dari Majene

Kondisi malam ini sedikit gelap. Jalanan hanya diterangi oleh cahaya dari lampu mobil kami. Sesekali kendaraan lain membantu menerangi dari arah belakang dan depan mobil ini. Rumah penduduk dapat diketahui dari cahaya putih yang tergantung di depan rumahnya. Jaraknya seperti menggunakan spasi 2.0 dalam sebuah penulisan, mereka sedikit berjauhan.

Didalam mobil kami telah di temani oleh Fajar. Sebelum berangkat ketempat tujuan, kami telah terpisah oleh kedua orang ini. Makanya, Fajar ikut didalam mobil kami untuk mengarahkan jalan. Didin? Iya, dia naik motor sendiri. Masih berbekal jas hujan, masker dan helm. Dia ada di belakang kami. Dia seperti memiliki tenaga untuk kami melanjutkan perjalanan.

Didalam mobil kita masih berkenal-kenalan. Universitas, kerja, umur, suku dan semua latar belakang kami menjadi pembahasan sederhana. Sesekali kami terdiam karena kehabisan pembahasan. Entahlah, kami hanya belum banyak menemukan bahan pembahasan lain karena masih awal berkenalan. Mungkin juga karena perjalanan panjang ini telah menyerap banyak tenaga kami untuk sekedar bertanya balik. Kondisi didalam mobil masih kaku.

Malam membuat perjalanan 80 KM selanjutnya tidak terasa. Cahaya lampu rumahan sedikit terlihat padat. Tidak ada masyarakat yang terlihat keluar rumah. Saya melihat jam. Ternyata jarum pendek telah mengarah tepat di angka 11. Sekarang pas jam 11 malam. Begitu cepat perjalanan 2 jam kami dari Ibukota Majene. Sekarang kami telah berada di Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene. Lebih tepatnya, rumah kepala sekolah SDN 22 Inp Rura.

Satu persatu kami turunkan dari mobil tas ransel yang menemani. Kami membiarkan tas ransel ini beristirahat dari banyaknya berdesakannya bawaan di mobil bagian belakang. Membawa mereka masuk kedalam rumah, kebagian yang lebih terang dan hangat pada malam ini.Dirumah sudah menunggu pengajar muda dan keluarga kepala sekolah. Kedatangan kami disambut oleh mereka, lima Pengajar Muda Kabupaten Majene.

Mari berkenalan dengan mereka.

Awaludin Fatjrie Aryanto
Awaludin Fatjrie Aryanto

Awaludin Fatjrie Aryanto
Akrabnya bisa dipanggil Didin. Didin adalah lulusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan 2006. Sosok multimedia, orang yang paling senang ditugasi untuk merekam, memotret dan melakukan publikasi kegiatan Pengajar Muda V di Kabupaten Majene. Saat ini bertugas di Dusun Rura, SDN 22 Inp Rura. Sosok yang sangat ramah dengan segala kekonyolannya. Salam kenal.

Muhamad Fajar
Muhamad Fajar

Muhamad Fajar
Nama panggilannya Fajar. Sedikit pendiam, tapi kadang suka membisikkan hal-hal yang lucu tentang lingkungan disana. Orang yang pertama kali menghapal nama kami bertujuh dari Penyala Makassar. Pendidikan terakhirnya adalah Sarjana dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang lulus tahun 2011. Orang yang sempat membonceng saya naik-turun dari Dusun Awo ke pinggir yang memakan jarak 4 KM. Salam kenal.

Pak Nurul

M. Nurul Ikhsan Saleh
Lebih sering disapa oleh teman-teman Pengajar Muda V dengan panggilan Pak Nurul. Seorang penulis yang akan menerbitkan buku “Aku Anak Awo”. Antologi tulisan siswa sekolah ditempat dia bertugas, dusun Awo’. Sebanyak 27 anak kelas 6 dia lahirkan kembali menjadi penulis muda. Seperti di film Freedom Writers, sekarang saya menemukannya dalam kehidupan nyata, di Indonesia Mengajar. Salam kenal.

Alvino Yulian
Alvino Yulian

Alvino Yulian
Panggilannya adalah Vino. Kata Dini dia vokalis yang keren. Sebenarnya nggak bisa berenang, tapi tipe yang mau mencoba dan belajar. Ramah dan agak konyol seperti Didin. Kejutan-kejutan yang membuat tawa hadir dari orang ini. Mantan mahasiswa di Faculty of Computer Science – Graphic and Multimedia Software, Universiti Teknologi Malaysia. Salam kenal.

 Lukvi Raharasi

Lukvi Raharasi

Lukvi Raharasi
Pengajar Muda yang terakhir ada di rumah ini adalah Lukvi. Perempuan super yang ditugaskan di daerah yang memiliki medan perjalanan yang sangat ekstrem dibandingkan teman-temannya yang lain. Meskipun medannya ekstrem, dia selalu mengingat anak-anaknya. Di akun twitternya, dia mengaku seperti menunggangi “sapi gila” jika melakukan perjalanan darat ke dusunnya saat hujan. Lukvi juga merupakan sarjana Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Universitas Gajah Mada angkatan 2006. Salam kenal.

Lima Pengajar Muda inilah yang menemani kami melakukan distribusi ke Kabupaten Majene. Masih ada tiga Pengajar Muda yang lain. Mereka bernama Ria Pesta Natalia (Ria), Mega Tala Harimukthi (Tala) dan Yustika Noor Arifa (Tika). Mereka tidak sempat menemani kami karena sedang melaksanakan tugas yang lain. Salam kenal juga untuk mereka bertiga.

Teh hangat yang disajikan pada malam itu telah menyusut. Jam telah menunjukkan jam 12 malam. Saya dan teman-teman yang lain siap beristirahat untuk melalui pagi pertama disana.

Komentar

comments

5 thoughts on “80 KM dari Majene

  1. Phuji Astuty Reply

    aku baca di kantor,..dan mataku sukses berkaca2…saya kagum pada mereka, para pengajar muda…sayang saya nda sempat bersua…….masih banyak orang berhati emas di negri ini….

    • Dimas Prakosooo Post authorReply

      Baca kelanjutan cerita yang ini. Mereka melahirkan anak-anak yang bercita-cita seperti mereka. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.