Bassang; Bubur Jagung dari Makassar

Kali ini saya ingin membahas sebuah menu sarapan tradisional yang bisa kalian nikmati saat jalan-jalan ke Makassar. Menu sarapan tersebut adalah bassang. Bassang merupakan makanan khas Makassar yang bentuknya seperti bubur. Jika pada umumnya bubur menggunakan bahan baku utama beras, kacang hijau atau kacang merah, namun bassang bahan baku utamanya dari jagung, tepung terigu, dan sebagai pelengkapnya ditambahkan beberapa sendok gula pasir sebagai pemberi rasa manisnya. Bahannya sangat sederhana dan kesannya merakyat.

Bassang khas Makassar

Biasanya bassang dijajakan pada pagi hari secara berkeliling menggunakan sepeda disekitar permukiman warga, kompleks-kompleks perumahan, sampai masuk dalam lorong-lorong. Terkadang ada juga yang menjajakannya digerobak dan menetap pada satu tempat.

BACA JUGA: Coto Mangkasara Tinggi Mae Sejak 1978

Saya mau mengenalkan kalian pada satu penjual Bassang yang telah menjadi langganan sejak masih duduk di sekolah dasar pada tahun 90-an dulu. Telah berdiri sejak tahun 80-an, warung bassang ini telah dikelola oleh 3 generasi. Lokasinya ada di ujung Jalan Bhayangkara, sekitar bundaran Pasar Pabaeng-baeng. Sama seperti pelaku usaha jaman dulu yang belum mementingkan mengenai nama brand, warung bassang ini juga tidak mempunyai nama brand, tapi biasanya penjual bassang ini disebut Bassang Bhayangkara oleh para pembeli setianya. Mereka belum tahu kalau brand itu sangat penting karena dapat menjadi pembeda dengan penjual bassang lainnya

Bassang khas Makassar

Bassang Bhayangkara buka dari jam 05.30 pagi  sampai jam 09.00 pagi. Warung bassang ini selalu ramai dikunjungi masyarakat. Ada yang hanya sekedar singgah dan bungkus, dan ada juga yang makan ditempat. Ada yang datang sendirian hingga bersama keluarganya. Kepadatan pembeli lebih sering terjadi pada minggu pagi. Kalau mau kebagian, kalian harus datang lebih cepat dari pada yang lainnya.

BACA JUGA: Pallubasa Onta, Makanan Khas Makassar yang Layak Dicoba

Tempatnya sederhana, hanya memanfaatkan pelataran toko yang belum buka pada pagi hari. Tidak ada meja-meja yang berbaris rapi, cuma kursi plastik yang bisa kalian pindahkan sesuai dimana posisi nyaman kalian ingin gunakan untuk duduk.

Harganya sangat terjangkau, kok. Yah.. namanya juga jajanan rakyat. Kalian bisa mendapatkan seporsi bassang dengan harga Rp 5.000, bassang + telur ayam kampung harganya Rp 6.000. Kalau kalian bingung, dimana bisa sarapan hanya dengan bermodalkan uang Rp. 5.000, maka kalian bisa sarapan di Bassang Bhayangkara. Saya biasanya mampir kesini dulu sebelum berangkat ke kantor yang lokasinya tidak jauh dari Bassang Bhayangkara.

Bassang khas Makassar

Kalau penasaran mau mencoba, kalian bisa langsung datang ke ujung jalan Bhayangkara, tidak jauh dari bundaran Pasar Pabaeng-baeng. Sekian dulu pembahasan mengenai bassang, bubur jagung dari Makassar. Silahkan kunjungi Jajanan Makassar kalau mau lihat ulasan kuliner yang lainnya.

Summary
Review Date
Reviewed Item
https://dimasprakoso.com/
Author Rating
51star1star1star1star1star

Komentar

comments

1 thought on “Bassang; Bubur Jagung dari Makassar

  1. Asep Haryono Reply

    Wah seru banged,. Makasar ini cukup sering ditayangkan oleh TransTV. Pada jam jam tertentu. Kebanyak mengenai kota wisata, supenir dan tentu saja wiasta kulinernya. Diantaranya yang saya tau Pisang yang dikasih coklat itu apa namanya ya. Dan juga Konro. Maaf kalau salah penyebutan. Hmmm jadi kepengen ke Makasar hihihii. Salam dari Pontianak

Leave a Reply

Your email address will not be published.