Bersepeda; Solusi Kenaikan BBM

Beberapa hari yang lalu. Pemberitaan tentang kenaikan BBM telah di umumkan oleh pemerintah. Aksi penolakan akan kebijakan baru ini telah terjadi dimana-mana. Kaum Mahasiswa, buruh hingga orang berseragam warna khas dari beberapa partai politik juga menghiasi pemberitaan di televisi. Mereka menyuarakan satu hal yang sama, menolak kenaikan BBM.

Di kota saya juga melakukan hal yang serupa. Beberapa gelombang gerakan mahasiswa yang melakukan penolakan juga terjadi. Aksi tutup jalan, bakar ban dan membuat kemacetan kendaraan menjadi bumbu kenaikan Rp2000 dari BBM subsidi. Kata mereka, “ini akan membebani masyarakat kecil”. Tapi, sebenarnya memang kita tidak mempunyai pilihan untuk tidak menaikkan BBM karena harga minyak dunia yang sangat mahal. Ketika BBM telah dinaikkan seperti sekarang pun kita pasti akan tetap menggunakannya. Meskipun kenaikan BBM saat ini juga tidak lepas dari unsur politisasi partai pemerintah menjelang pemilihan presiden 2014.

Mari kita pindah ke kota selanjutnya. Saat ini saya berada jauh dari kota Makassar. Sekarang berada di kota Solo, Jawa Tengah. Disini tidak seperti kota saya. Aksi penolakan BBM tidak terasa. Saya heran, “ada apa dengan mereka?”. Menghabiskan beberapa hari disini, saya kemudian bisa mengetahui alasan mereka tidak terlalu melakukan penolakan terhadap kenaikan BBM. Mereka kurang menggunakan BBM karena mereka lebih sering menggunakan sepeda.

Pengendara sepeda

Pengendara sepeda pagi

Pengendara sepeda
Pengendara sepeda

Disini banyak yang menggunakan sepeda. Dari yang muda sampai yang tua. Mulai laki-laki sampai perempuan. Mereka seperti sudah menjadikannya sebuah gaya hidup. Menggunakan sepeda tidak hanya untuk berolahraga saja. Berjualan, berkeliling kota, hingga berbelanja kepasar pun akan menggunakan sepeda. Saya masih ingat pagi yang kemarin, ketika saya mencari sarapan di ujung gang rumah. Disana selalu menunggu penjual sarapan dan seorang tukang sayur. Saya berdiri disamping sepeda yang sebelumnya digunakan oleh pembeli yang memesan sarapan nasi liwet, saya memesan sarapan yang sama. Tidak lama kemudian satu persatu ibu-ibu yang lain datang dari arah yang lain menggunakan sepeda juga untuk membeli sayuran. Sepeda yang mereka gunakan diparkir tidak jauh dari dagangan sayur yang telah berjejeran pada selembar tikar di tanah. Mereka tampak menikmati aktivitas sehari-hari ini tanpa terlalu memikirkan kenaikan BBM. Mereka hanyalah konsumen pasif dari bahan bakar yang di subsidi oleh pemerintah tersebut, mungkin mereka sadar itu.

Di pagi yang lain, di hari Minggu, saya kini menemukan berbagai pengendara sepeda dalam kota. Mereka meramaikan sebuah kegiatan yang bernama Car Free Day. Di Jalan Slamet Riyadi yang mempunyai 4 jalur kendaraan inilah berbagai aktivitas dilakukan tanpa penggunaan BBM. Disana mereka semua berjalan dan bersepeda. Tidak takut kelelahan. Semua tampak telah terbiasa dengan mengayuhkan pedal kendaraan roda dua ini.

Bersepeda bersama keluarga di Car Free Day
Bersepeda bersama keluarga di Car Free Day

Saya sekarang tersadar bahwa dengan bersepeda begini mereka dapat menghemat penggunaan beberapa liter BBM. Mungkin dimulai pada Car Free Day setiap minggunya. Hingga kita bisa menerapkannya sekitar rumah setiap harinya. Car Free Day sebenarnya merupakan bentuk solusi untuk menghadapi kenaikan BBM yang diterapkan oleh pemerintah. Entah cara ini disaadari atau tidak, kadang kita ingin melakukan gaya hidup sehat dengan berolahraga dan cara itulah yang kita lakukan dengan berjalan kaki atau bersepeda di Car Free Day. Sebagai masyarakat kota yang sudah bosan dengan riuk pikuk kendaraan pola pikir ini tentu sangatlah umum. Kita semua bosan dengan kemacetan. Kita semua bosan dengan asap kendaraan. Kita akhirnya membutuhkan transportasi yang mampu mengatasi macet dan asap kendaraan itu.

Mulai sekarang mari menghitung biaya penggunaan BBM kita dalam seminggu. Di minggu selanjutnya mari kita menyelipkan aktivitas berjalan kaki dan bersepeda dalam kegiatan sehari-hari itu, kemudian menghitung berapa penggunaan BBM kita. Di minggu ke tiga mari kita membandingkan yang mana yang lebih murah dan menghemat pengeluaran, kemudian mengaplikasikannya. Pendekatan ekonomi semacam ini tentu sangat mudah kita pahami dan diaplikasikan.

Semoga kenaikan BBM yang diterapkan pemerintah mampu membuat kita lebih bijak dalam menggunakan sesuatu yang bersifat terbatas itu didunia. Selamat bersepeda di kota.


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

2 thoughts on “Bersepeda; Solusi Kenaikan BBM

    • Dimas Prakosooo Post authorReply

      Mulai nabung untuk masa depan untuk kesehatan diri sendiri dan alam. Selamat bersepeda di kota. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published.