BRT; Menghilangkan Kemacetan, dan Menghadirkan Kedekatan Manusia

Jumlah pertumbuhan pengguna kendaraan di Kota Makassar semakin hari semakin meningkat. Mobil dan motor pribadi beraneka merk berkeliaran di jalan-jalan raya. Semakin ramai kendaraan yang turun ke jalan raya, maka semakin tinggi pula jumlah titik kemacetan yang dihasilkan. Kita semua tidak menginginkan kemacetan, tapi sebenarnya kita pulalah yang menghasilkannya. Silahkan perhatikan saja sendiri jika di lampu merah. Disana kalian akan dengan mudahnya bertemu dengan pengguna kendaraan pribadi yang hanya berada sendiri saja di atas kendaraannya. Padahal jika kalian lihat ukuran kendaraannya pasti cukup untuk dua atau tiga orang. Saya sering menyebut para pengguna kendaraan ini sebagai komunitas one man, one car. Pola kehidupan di perkotaan yang sangat individualis. Mereka seperti tidak punya teman atau sahabat di kota besar seperti ini. Mereka seperti tidak punya connected dengan manusia lainnya walau hanya sebatas tebengan.

Gambaran kehidupan manusia di jalanan tadi masih bisa kalian lihat sampai saat ini, tapi sekarang jumlahnya telah sedikit berkurang karena di Makassar telah hadir sebuah kendaraan umum yang baru. Nama kendaraan umum itu adalah Bus Rapid Transit (BRT). Kendaraan yang baru diluncurkan pada bulan Maret 2014. Masih baru di Kota Makassar. Bahkan jumlah penggunanya masih tergolong sedikit, mungkin karena banyak yang belum menyadari kehadiran kendaraan umum ini. Kendaraan ini bisa kalian jumpai di jalan Boulevard – Jalan Pettarani – Jalan Urip Sumoharjo – Jalan Ratulangi – Jalan Kakaktua – Jalan Rajawali – Jalan Metro Tanjung Bunga – Mall GTC – Trans Mall Makassar – Halte Pantai Losari ­– Karebosi Link – Jalan Urip Sumoharjo – Jalan Pettarani – Jalan Boulevard. Jalan-jalan tadi adalah jalan yang dilalui oleh BRT.

Tiket BRT
Tiket BRT

Banyak manfaat saat kita menggunakan kendaraan umum. Selain jumlah kemacetan di jalan raya dapat berkurang, manfaat lain menggunakan kendaaran umum adalah kita bisa menikmati perjalanan di kota bersama orang banyak dengan santai. Kalian para pengguna motor pasti kadang merasa kesepian dijalan, apalagi jika tidak ada yang dibonceng dibelakang. Kalian para pengguna motor bisa beralih naik BRT. Tidak ada lagi kesepian, tidak ada lagi stres menghadapi pengendara lain dijalan, dan tidak ada lagi panas-panasan. Saat naik BRT kalian bisa santai sambil ngobrol dengan teman seperjalanan yang lain. Jika kalian menggunakan motor pribadi, maka kalian pasti tidak akan bebas mengobrol seperti saat menaiki BRT atau kendaraan umum lainnya. Kendaraan umum seperti BRT sebenarnya adalah media lain untuk bisa menikmati Kota Makassar. Beberapa kali saya naik BRT, dan beberapa kali pula saya menemukan orang naik ke BRT tidak sendirian. Mereka terkadang mengajak keluarga, sahabat, teman, sampai pacar. Ada komunikasi yang terjalin didalam kendaraan umum. Jika kalian pernah tinggal di daerah pedesaan, kalian pasti akan setuju dengan pendapat saya yang “ada komunikasi yang terjalin didalam kendaraan umum”. Silahkan perhatikan setiap ibu yang tinggal di daerah pedesaan dan ingin pergi ke pasar. Mereka seperti orang yang benar-benar memanfaatkan waktu perjalanannya untuk bersilahturahmi. Ini adalah salah satu pengalaman yang saya dapatkan saat sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah pedesaan dulu. Sekarang kita yang tinggal di kota pun bisa seperti mereka di pedesaan. Sekarang BRT bisa kita manfaatkan untuk berkomunikasi dan terhubung dengan orang-orang yang lain.

Saya sudah beberapa kali memanfaatkan BRT untuk melakukan perjalanan ke Trans Studio Mall. Kendaraan pribadi saya parkir di suatu tempat yang tidak jauh dari tempat pemberhentian dan memulai perjalanan menggunakan BRT ke Trans Studio Mall. Perjalanan menggunakan BRT terasa lebih berbeda. Saya merasa seperti seorang wisatawan yang berada di kotanya sendiri. Berpetualang itu tergantung bagaimana cara kalian melakukannya, dan ini adalah salah satu cara saya. Saya suka ke Trans Studio Mall karena disana telah tersedia fasilitas bioskop yang baru, dan lebih murah dari pada bioskop di mall lainnya. Suasana disana terasa lebih menyegarkan, mungkin karena tempatnya lebih luas dan banyak acara-acara seru yang bisa kita kunjungi bersama.

Kalian bisa mencoba cara saya ini untuk menikmati Kota Makassar dengan cara yang berbeda. Jika ada film baru yang ingin kalian nonton, atau ingin mengajak keluarga untuk mengunjungi Trans Studio Theme Park, maka kalian bisa menggunakan BRT untuk mengakses tempat tersebut. Saat kalian datang maka kalian akan diturunkan di pintu masuk utama yang lokasinya berhadapan dengan jalan raya, atau bisa juga kalian diturunkan di pintu yang menghadap ke arah barat. Jika ingin pulang kembali kalian bisa menunggu BRT ditempat kalian turun tadi. Belum ada penanda yang jelas untuk menunggu BRT di Trans Studio Mall. Semoga kedepannya akan dibangun sejenis halte sebagai tempat pemberhentian dan menunggu BRT yang datang saat kita ingin melanjutkan perjalanan dari Trans Studio Mall. Saya suka naik BRT. Harga tiketnya murah, dan kalian juga bisa semakin dekat dengan orang-orang terkasih di perjalanan kesana sampai kembali kerumah.

Sekarang ayo simpan kendaraan pribadi kalian dirumah dan mulailah menggunakan BRT atau kendaraan umum lainnya untuk mengurangi kemacetan. Sudah siap untuk mencobanya?


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar


Summary
BRT; Menghilangkan Kemacetan, dan Menghadirkan Kedekatan Manusia
Article Name
BRT; Menghilangkan Kemacetan, dan Menghadirkan Kedekatan Manusia
Description
Banyak manfaat saat kita menggunakan kendaraan umum. Selain jumlah kemacetan di jalan raya dapat berkurang, manfaat lain menggunakan kendaaran umum adalah kita bisa menikmati perjalanan di kota bersama orang banyak dengan santai.
Author

Komentar

comments

One thought on “BRT; Menghilangkan Kemacetan, dan Menghadirkan Kedekatan Manusia

Leave a Reply