Dear Guru-guru Kesetiaan

Dear guru-guru kesetiaan,

Salam kenal. Namaku Dimas dan salah seorang pengagum kakek dan nenek. Pengagum tentang mata pelajaran kesetiaan yang kalian (tak sengaja) ajarkan.

Aku adalah salah satu anak yang tinggal beberapa blok dari rumah yang kalian tinggali. Rumahku berada dipojok, rumah yang satu-satunya memiliki pohon mangga dihalamannya. Sering kulihat kalian melalui depan rumah ini. Berjalan, bergandengan tangan merasa malu dengan usia. Terkadang romantisme kepada pasangan akan memudar seiring bertambahnya umur hubungan kita. Tapi, tidak untuk kalian. Kulihat kalian seperti sepasang remaja yang sedang jatuh cinta dan tengah merasakan indahnya dunia. Kulihat kalian seperti pasangan yang sedang jatuh cinta setiap hari. Iya, jatuh cinta tidak mengenal kedaluwarsa. Terkadang kita semua lupa itu.

Beberapa hari yang lalu sempat kulihat kalian sedang mengajak jalan-jalan seorang anak perempuan ke taman. Apakah itu cucu kalian? Terlihat sangat lengkap kebahagiaan yang kalian punya di dunia ini. Pasangan yang saling menyayangi dan keluarga yang selalu menemani. Tentu kehidupan kalian sangat terlihat penuh keberuntungan. Apakah resep dibelakang kebahagiaan itu?

Guru-guru kesetiaan
Guru-guru kesetiaan

Salah satu poin yang kuanggap penuh keberuntungan itu adalah pasangan. Kakek memiliki nenek, dan nenek memiliki kakek. Pasangan yang saling memiliki satu sama lain. Pasangan yang memiliki unsur perekat yang kusebut kesetiaan. Bagi setiap orang kesetiaan pasti akan memiliki masa jenuh. Misalnya jenuh karena pasangan yang selalu bertemu setiap hari. Rasa jenuh tentu akan menjadi batu sandungan bagi setiap pasangan. Tapi, kalian tidak seperti pasangan yang lain. Pasangan yang menyerah dengan rasa jenuh dan akhirnya berpisah. Disetiap melihat kalian lewat didepan rumah terkadang kubertanya “apakah kalian pernah merasa jenuh untuk saling jatuh cinta?”

Sepertinya terlalu banyak pertanyaan buah dari memperhatikan kalian yang kuselipkan pada surat ini. Agar bisa menjawab pertanyaan tersebut izinkan aku untuk menjadi murid kalian. Murid yang ingin belajar mata pelajaran kesetiaan pada guru-guru kesetiaan.

Tertanda

Si calon murid

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.