Dear Ibu di Desa

Dear Ibu di desa,

Tahukah Ibu, kenapa engkau kutujukan surat ini? Jawabannya sederhana, engkaulah perempuan yang menjadi guru dengan mata pelajaran perilaku pertama. Tentang bagaimana seorang pria harus bersikap kepada perempuan lainnya.

Surat untuk Ibu

Sekarang saya sudah mendapatkan teman untuk bercerita sepulang kerja. Teman yang tertarik dengan caraku memperlakukan perempuan. Dia menyukai ajaran perilakumu yang kuterapkan, Bu. Katanya saya berbeda dengan pria metropolitan yang dia kenal. Tidak sopan, kurang ajar atau melupakan hak-hak perempuan.

Minggu depan izinkan anakmu ini pulang ke desa, Bu. Untuk mengenalkannya lebih dekat kepadamu. Perempuan ini sudah pasti berhijab, setahuku dia juga sering memasak untuk adik-adiknya dan perilakunya juga jauh dari gaya hidup mewah khas metropolitan. Mungkin dia cocok untuk masuk dalam silsilah keluarga kita, setidaknya itu menurutku hingga saat ini.

Tidak perlu menyiapkan apa-apa. Anakmu cuma ingin melepas rindu di hari Sabtu minggu depan. Sampai ketemu dirumah, Bu.

Sungkem jauh
Anakmu di Djakarta

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.