Dear, Perempuan di Meja 11

Dear, Perempuan di Meja 11.

Maaf baru berani menyapamu. Kesan pertama yang kudapat darimu tentang surat ini pasti kurang gentleman, karena tidak berani menyapa perempuan secara langsung. Melalui surat yang kutitipkan dari pelayan tadi, ingin kuperkenalkan siapa saya si pemilik surat ini.

Perkenalkan saya adalah pria pecinta kopi yang sering memperhatikanmu dari meja nomor 5 setiap sore. Kau sendiri adalah perempuan yang selalu duduk di meja 11. Datang setiap jam 4.30 di cafe ini. Dan selalu sibuk dengan teman semejamu yaitu laptop. Begitu manis ketika melihatmu dibalik keramaian pengunjung cafe ini, dengan tampang serius khas mahasiswi semester akhir (ini hanya tebakanku saja). Kaca mata yang selalu tergantung di atas hidung juga mampu mencuri perhatianku, itu menurutku.

Penasaran rasanya ingin bercerita denganmu lebih jauh. Berada di meja 11 bersama, lebih tepatnya. Bisakah kalau di hari Rabu besok? Di waktu yang sama dimana kuperhatikan kau dari jauh.

Jika ajakan ini diterima tolong berikan tanda dengan tidak meletakkan asbak di meja 11 mu. Jika ditolak tolong berikan tanda dengan meletakkan asbak di meja 11 mu. Tanda ini akan menunjukkan respon yang kau berikian dari surat ini. Semoga respon yang kau berikan postif nantinya.

Tertanda
Pria pecinta kopi di meja 5

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.