Donasi Hati

Dear @fakhrahfany

Hari ini aku baru saja selesai mencari kardus baru yang lebih tebal untuk menempatkan buku-buku yang ingin kusumbangkan ke kegiatan donasi bukumu. Dengan motor matic kardus bekas mie instant kubawa pulang kerumah. Didalam kamar segera kulepaskan tas ransel berwarna hitam dan kemeja kotak-kotakku. Lelah belum bisa kurasakan sampai detik ini. Sepertinya semangat untuk berdonasi buku masih tersisa banyak sepulang mencari kardus tadi.

Berbagai macam buku telah kukelompokkan semalam sebelumnya. Siang ini saya siap untuk mengemasnya kedalam kardus. Buku-buku bekas ini dulu sangat kusukai. Buku yang kudonasikan terdiri dari 3 buku Bahasa Indonesia, 4 buku Matematika, 4 buku IPA, 4 buku Kewarganergaraan, 5 buku IPS dan 4 buku Agama Islam. Buku-buku ini untuk kelas 5 dan 6 SD. Kudapatkan dari beberapa teman dekat yang juga bingung ingin membawa kemana buku-buku lama yang ada.

Alasan lain semangat berdonasi bukuku ini tumbuh karena terbayang kalau kita bertemu. Berpindah dari dunia maya dan berkenalan secara nyata. Masih sering kupantau akun media sosial twittermu. Semangat berorganisasimu begitu besar sehingga membuatku harus keluar dari media sosial ini. Aktif di media sosial merupakan rutinitasku sehari-hari. Hanya menghabiskan waktu untuk kesenangan sesaat. Tapi, tweetmu mampu membuatku sedikit berubah. Membuatku menjadi bertanya tentang dirimu, perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial. Apa yang kamu dapatkan dari ini semua? Sangat tertarik untuk mengenal dirimu lebih jauh. Melalui buku-buku donasi ini ku donasikan pula hatiku padamu sedikit demi sedikit. Sepertinya tweet-tweet ditimeline mu telah mampu membuatku terinfeksi jatuh cinta.

Sampai sini dulu suratnya, yah. Mau kulanjutkan dulu proses packingnya. Akan kutuliskan lagi sebuah surat untukmu nanti. Masih dalam proses bertemu denganmu dengan buku-buku yang menjadi perantaranya.

Tertanda

@dimasprakosooo

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.