Guling dan Selimut, Saya Cemburu!

Dear Guling dan Selimut

Salam kenal, saya adalah teman dari tuanmu. Salah satu pria yang mulai menjalin kedekatan dengannya beberapa minggu lalu. Tahukah kalian kalau saya cemburu?

Belakangan ini interaksi kami sedang sangat intens. Melalui social media hingga pesan singkat di handphone. Setiap pagi , siang, sore sampai malam. Jarak rumah kami yang berada diujung yang berbeda seperti memaksa kami harus menikmati spasi. Waktu juga yang membuat pola ini Tidak bisa bertemu setiap hari seperti guru dan murid di sekolah.

Di setiap malam komunikasi sering terjalin. Di setiap malam juga cemburu sering hadir. Dia selalu bercerita kalau dikamar mempunyai teman seperti kalian. Objek yang katanya bisa menjadi teman curhat, marah dan memanjanya. Objek yang juga selalu menemani dan membagi hangat ketika diluar rumah sedang hujan deras. Dia selalu berhasil membuatku cemburu ketika mengirimkan sms “sedang berada di antara pelukan Guling dan Selimut”. Kalian memang berhasil membuatku menuliskan surat ini dengan rasa cemburu yang menggebu. Kalian selalu berhasil merebut perhatiannya dariku yang jauh.

Mari kita selesaikan rasa cemburu ini dengan cara yang jantan.

Tertanda
Teman dari tuanmu

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.