Indonesia Satu

Beberapa minggu ini suhu politik di Indonesia sedang meningkat. Mulai dijalanan, warung kopi, hingga di perkantoran orang-orang mulai sibuk membahas tentang politik. Entah itu tentang keluarganya yang sedang menjadi caleg (calon legislatif) atau tentang berita-berita politik yang mereka nonton di televisi.

Televisi tentu masih menjadi salah satu media kampanye yang baik bagi beberapa partai politik. Terkhusus bagi para pemilik media televisi yang sudah terlihat sejak jauh-jauh hari menyatakan kesediaannya untuk bergabung di keramaian pesta demokrasi ini. Beberapa nama pemilik media televisi sudah mulai menunjukkan kuasanya di dunia penyiaran. Mari kita lihat Metro TV yang tanpa henti menyelipkan aksi kampanye Surya Paloh dan kader-kader Partai Nasdem. Seperti tidak mau dikalah, Abu Rizal Bakrie pun melakukan cara yang sama dengan partai Golkarnya. Begitu pula yang dilakukan Hari Tanoe pemilik MNC Group (RCTI, MNC TV dan Global TV). Netralitas media tidak terlihat di siaran televisi yang mereka miliki. Pemberitaan pemilik televisi ini sangat mencolok dimasing-masing medianya. Berkat mereka televisi menjadi tidak menarik dan membosankan. Meminjam istilah Michael Pangemanan dari Lembaga Remotivi, mereka ini adalah perampok frekuensi publik. Politik yang mendidik dengan konotasi positif seperti sudah tidak ada.

Hari ini saya menemukan sesuatu yang menyegarkan di televisi. Alasannya tentu karena ada sesuatu yang berbeda yang coba mereka angkat. Kompas TV adalah salah satu media yang menyegarkan di minggu-minggu bertema politik ini. Disaat stasiun televisi lain melakukan sosialisasi tentang partai pemiliknya sendiri, Kompas TV malah melakukan hal yang berbeda. Mereka lebih memilih melakukan sosialisasi tentang pemilu melalui lagu. Judul lagunya adalah Indonesia Satu. Lagunya enak dengar, mudah diingat liriknya, dan menampilkan anak-anak muda sebagai model iklannya. Ini adalah hal yang baru. Silahkan bandingkan dengan lagu pemilu beberapa tahun sebelumnya.

Sebenarnya iklan ini sudah menarik perhatian saya sebelumnya, namun kali ini berbeda. Sebelumnya mungkin saya hanya seperti dipanggil dari kejauhan, namun kali ini saya seperti ditepuk langsung untuk dapat menoleh secara sepenuhnya ke iklan ini. Saya menonton iklan Indonesia Satu dengan bertema Kota Makassar. Kota tempat saya berada saat ini. Beberapa tempat yang khas di Makassar dimasukkan didalam iklan ini, misalnya Benteng Rotterdam, Pantai Losari, Palabuhan Paotere, dan Unhas. Sekali lagi ada yang menarik dalam iklan ini. Ada satu bagian dalam iklan ini menggambarkan seorang laki-laki yang dibelakangnya sedang ada demonstrasi. Ah.. Makassar selalu di identikkan dengan kota yang aktif berdemonstrasi. Positifnya, segala elemen di Kota Makassar seperti mengajak kita untuk berpartisipasi dalam pemilu. Mulai dari tukang sapu di kampus Unhas, nelayan, pengamen, penjual pisang epe, mahasiswa, teman-teman komunitas, dan para pekerja kantoran. Semua mengajak kita semua untuk ikut datang, memilih  dan mengawasi proses pemilu nanti.

Tidak usahlah memikirkan sisi negatif dari sebuah proses demokrasi. Jika mereka (calon pemimpin/partai) melakukan proses yang membuat kita sebagai calon pemilih kecewa silahkan untuk tidak memilih mereka. Masih ada mereka yang lain, yang bisa kita berikan kepercayaan untuk memimpin negeri ini. Proses ini untuk Indonesia satu. Indonesia yang selalu yakin kalau negara ini bisa maju. Semangat baru dari anak-anak muda Indonesia siap mendorong kemajuan Indonesia. Semua demi mimpi untuk Indonesia Satu.


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

5 thoughts on “Indonesia Satu

  1. Bintang Baru Reply

    heeeeem Indonesia satu, untuk semua… hiruk pikuk politik kekinian memang sangat menyita perhatian, entah hal yang baik atau yang buruknya. Terlepas dari itu semua, semoga pemilu tahun ini tetap dan selalu lebih baik dari pemilu yang lalu, tentunya masih dgn harapan yang sama, Indonesia satu, melahirkan pemimpin yang mengerti dan selalu berpihak kepada kaum/rakyat yang hidup masih banyak hidup di garis kemiskinan…. semoga, salam kenal :)

    • Dimas Prakoso Post authorReply

      Semoga pula para peserta pemilu dan pendukung-pendukungnya mampu menerima menang dan kekalahannya secara dewasa. Indonesia satu adalah hasil kerja dari kita semua. Salam kenal dari saya di Makassar, mas Bintang.

  2. evhie Reply

    koreksi,dim.surya paloh bukan owner Mnc group.yg kamu maksud mgkn hary tanoe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.