Jelas

Dear you

Sore ini kita bersama lagi. Menghabiskan waktu sejenak pada sebuah cafe tidak jauh dari kantormu. Kantor yang bergerak dibidang jasa asuransi. Tempat yang selalu kukunjungi untuk menjemput dirimu setiap jam 5 sore.

Kali ini kuparkirkan motor berwarna merah yang selalu ditunggangi setiap hari. Membantu melepaskan helm dari kepalamu telah menjadi budayaku. Budaya ketika motor telah diparkirkan. Bagimu itu kebiasaan yang manis. Kebiasaan yang kecil namun tidak semua orang mampu melakukannya.

Kebiasaan itu telah kita jalani selama 6 bulan. Menjadi sepasang orang yang memiliki ikatan, tapi tanpa nama. Menjadi sepasang orang yang saling mengetahui perasaan, namun tidak ada yang berani memulai pembahasan komitmen. Bagi pria lain mungkin ini adalah keberuntungan karena bersama perempuan sepertimu, tapi bebas pula menjalin kedekatan dengan perempuan lain. Bagiku ini bukan keberuntungan, ini adalah ketidakjelasan dalam sebuah hubungan.

Sepertinya kita harus memperjelas semuanya mulai dari sekarang. Semua tulisan disurat ini terinspirasi dari kebersamaan kita selama 6 bulan ini sampai 30 menit yang lalu. Sesampai di rumah kususun ingatan tentang bersamamu. Kuingin semuanya jelas, dan kita berdua mulai bisa menjelaskan perasan kita satu sama lain. Kuingin semuanya jelas setelah kutanyakan padamu “do you marry me?”

From me

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.