Kamu Alasanku untuk Menulis Kembali

Dear kamu,

Selamat malam, kamu. Apa kamu sudah sampai di rumah saat ini? Surat ini kubuat di rumah. Lebih tepatnya di kamar saya yang hangat. Kamar yang dulu telah kujadikan tempat untuk mengimajinasikan dirimu, yang akhirnya kutuangkan lagi ke dalam tulisan. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kamu masih ingat kebiasaan kita yang dulu. Saya mengagumimu dari jauh, dan kamu membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Saya membuat tulisan yang hanya dimengerti oleh kita, pengalaman kita, hingga status hubungan yang hanya dimengerti oleh kita saja. Semua itu dulu kutulis di kamar ini. Kamar yang mampu merubah dinding, lemari, meja dan semua yang ada disini dengan wajahmu. Objek tulisanku beberapa tahun yang lalu.

1357264Komputer-PC780x390

Mulai hari ini, kita bertemu kembali. Perasaanku yang dulu datang lagi. Kemampuan menulisku yang hilang kini telah pulang. Saya masih membahas kamu yang dulu. Alasan pertama saya mampu menulis, dan alasan saya ingin melanjutkan kebiasaan lama yang telah lama kutinggalkan ini. Beberapa bulan yang lalu kebiasaan menulis telah kutinggalkan. Saya tidak punya alasan lagi untuk melakukan semua ini. Ketika saya ingin menulis lagi, saya biasa terbentur dengan pertanyaan “saya menulis untuk siapa, dan kenapa?” Pertanyaan ini pun akhirnya menjadi tembok besar dan kuat yang tidak bisa kutembus dengan ketikan jari-jari diatas keyboard laptop. Jari-jariku tidak kuat, atau mungkin belum kuat untuk menuliskan nama orang lain.

Saya juga mungkin belum mampu menuliskan alasan kenapa nama itu kupilih untuk ditulis. Jariku belum kuat untuk menyusun susunan kata lain untuk kusandingkan dengan namaku ditulisan yang ingin kubuat. Dasar lemah! Iya, kuakui jariku sangat lemah untuk menulis jika tidak kutujukan pada namamu. Kondisi inilah yang menjadi alasan blogku tidak pernah terupdate lagi selama hampir 2 tahun ini. Kamu pasti memperhatikannya, bukan? Saya tahu kalau alamat blogku masih sering masih sering kamu kunjungi beberapa waktu kemarin. Keyakinanku ini beralasan. Alasan pertama adalah traffic blogku terkadang meningkat drastis pada satu hari tertentu, dan ini pasti kamu. Kamu pasti ingin membaca kembali tulisan-tulisan yang telah kubuatkan dulu. Alasan kedua adalah adekmu pernah cerita kalau tulisan-tulisan di blogku masih sering dipantau olehmu. Akhirnya kedua alasan tadi telah kamu benarkan hari ini. Dipertemuan pertama kita hari ini kamu mengakui kalau masih sering mengunjungi blogku, blog yang semuanya berisi tentang kamu. Rasanya senang mengetahui alasanmu mengunjungi blogku karena kangen. Jika kangen membutuhkan sebuah pertemuan, maka kita telah mampu bertemu setiap kali kamu mengunjungi blogku ini. Kangen memang agak ribet bagi kita yang dulu. Pasanganmu masih ada, dan saya bukanlah siapa-siapa. Oleh karena itulah pertemuan kita dulu hanya bisa melalui tulisan.

Sekarang, kita bertemu kembali secara tidak sengaja. Apakah kamu percaya dengan kata “tidak sengaja”, “tiba-tiba”, atau “kebetulan”? Saya tidak pernah mempercayai semua kata tersebut. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Kita mungkin tidak menyadarinya, tapi ini semua sudah ada yang atur. Siapa? Jawabannya tentu bukan saya, tapi jawabannya sudah pasti adalah Pencipta kita. Kita tidak pernah menyangka akan bertemu kembali di acara ulang tahun seorang teman, saling menyapa, ngobrol tentang kebiasaan-kebiasaan lama, hingga akhirnya saya sekarang menuliskan sebuah surat lagi untukmu. Kali ini saya merasa lebih kuat, tidak seperti yang dulu. Setelah mengetahui bahwa kamu kini telah sendiri akhirnya saya bisa lebih bisa percaya diri dan tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi untuk mengekspresikan rasa ketertarikanku padamu. Apakah kamu tahu kalau rasaku masih sama seperti yang dulu? Saya masih menjadi seseorang yang mengagumi wujud dan semua tentang dirimu yang tidak berwujud. Saya masih menjadi pengagum dari semua itu yang tentunya sudah kamu tahu sejak dulu. Saya masih menjadi orang dari masa lalumu. Orang yang masih tidak percaya akan bertemu dengan kamu lagi.

Apakah kamu mau mengulangi semua yang telah kita lalui dulu sekali lagi? Menjadi objek tulisan-tulisanku yang baru. Jika kamu mau, syaratnya saya harus lebih mengenalmu melebihi dari yang dulu. Jika kamu mau, tolong temui saya ditempat pertama kali kita bertemu dulu, di depan kelas FIS 108, di gazebo ke empat dari pintu masuk. Hari jumat, selesai saya shalat jumat, saya mau mengajakmu makan siang. Disana saya akan menunggu jawabanmu. Semoga kamu berkenan bertemu lagi, menerima tawaranku yang ini, dan bersedia menjadi alasanku untuk menulis kembali.

Tertanda,

Penulis lamamu


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

5 thoughts on “Kamu Alasanku untuk Menulis Kembali

    • Dimas Prakoso Post authorReply

      Untung tadi nggak ngampus jam segitu, kalau kelihatan sama rara pasti dikira suratnya ini betulan. :))

  1. Dimas Prakoso Post authorReply

    Terima kasih, bro Fikri. Silahkan kunjungi tulisan-tulisan yang lainnya. Jangan lupa dikritik supaya saya bisa berkembang. Hihihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published.