Kuatlah Connie

Dear @Dear_Connie.

Sudah beberapa jam ini timelinemu tidak terlihat ceria. Tidak ada juga twitpic lucu, unik, bijak atau kadang tentang cinta-cintaan. Saya lebih memperhatikanmu ditimeline karena twitpicmu. Entah kenapa beberapa hari ini twitpic-twitpicmu menghilang. Hingga suatu malam saya melihat twitpic bergambar meja putih yang diatasnya ada foto lelaki yang diapit oleh dua lilin putih. Dibelakangnya ternyata ada peti mati berwarna putih.

Setelah twitpic itu saya mulai memberanikan diri untuk mencari tahu keadaanmu yang sebenarnya. Koneksi internet dirumahku adalah koneksi yang murah sehingga butuh waktu agak lama untuk membuka timlinemu. Rasa penasaran semakin menggebu. Kini timlinemu terbuka dan telah terlihat banyak twit replay yang berisi ucapan terima kasih untuk teman-temanmu.  Twitpic meja putih itu juga telah kutemukan tepat dibawah twit replay untuk teman-temanmu. Suasana berduka mulai jelas terlihat di dua twit sibawah twitpic meja putih itu. “Terima kasih sekali lagi untuk ucapan duka citanya, teman². Doakan semua acara berjalan lancar sampai hari Rabu nanti ya. Amin.” Tulismu disana.

Kita memang tidak pernah berkenalan secara langsung atau melakukan interaksi di sosial media, tapi kedukaanmu juga kini kurasa. Kepergian keluargamu juga menjadi bagian perhatianku beberapa jam ini. Pada dasarnya semua orang tidak ingin ditinggalkan oleh keluarganya, tapi ini sudah menjadi kehendakNya. Kita tidak kuasa untuk menolak dan terlalu lama bersedih, tapi kita juga hanya manusia biasa yang kadang belum bisa mengontrol perasaan kehilangan ini. Kuatlah Connie. Kau pasti telah capek menangis, jadi mari berhenti menangis dan mulai mendoakan kepergiannya. Kini kita yang ditinggalkan di dunia hanya bisa menyapanya melalui doa. Bukannya tugas seorang anak adalah mendoakan orang tuanya, bukan?

Semoga surat ini mampu memberimu semangat untuk melalui hari-hari selanjutnya. Melalui surat ini juga saya ingin menyampaikan turut berduka cita atas keluarga yang telah pergi. Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan atas kepergiannya.

Dari

Pemerhati timelinemu

Komentar

comments

1 thought on “Kuatlah Connie

  1. Chicko Reply

    Nice letter.. You know, Connie and his father inspire me.. Well, me and Connie have similar situation.. Hehehe.. *lah kok jadi curhat*

Leave a Reply

Your email address will not be published.