Piknik

Saya tipe orang yang kadang merasa bosan dengan suasana kota. Wilayah yang telah saya tinggali seja pertama kali lahir ke bumi. Suasana disini penuh dengan bangunan-bangunan tinggi. Orang-orang yang kutemui sibuk dengan dirinya sendiri. Kendaraannya juga seperti tidak memiliki batas kelahiran, mereka begitu cepat “membelah diri”.

Hal-hal itulah yang membuat saya merasa iri dengan orang-orang yang tinggal didesa. Mereka seperti lebih bahagia dengan daerah tempat tinggalnya. Penuh dengan kicauan burung ketika pagi. Tanaman hijau menyebar sejauh mata memandang. Mereka menghabiskan waktu di kebun yang ketika siang akan ditemani oleh bekal makan siang buatan rumahnya. Ketika malam mereka hidup diiringi dengan suara serangga yang menghadirkan suasana ketenangan. Ini definisi bahagia mereka.

Saya selalu ingin menghadirkan kesederhanaan dalam kehidupan kota. Ini buah dari kejenuhan hidup di perkotaan. Alhasil, beberapa hari yang lalu saya menyusun rencana untuk mengadakan piknik. Piknik dengan tujuan kencan lebih tepatnya. Memang kencan dengan suasana piknik mungkin belum pernah ditemukan lagi. Saya hanya ingin menerapkan budaya “jalan-jalan ke taman” dengan cara yang lebih kekinian, pendekatan anak muda yang sedang jatuh cinta.

Pelangi di atas jembatan layang
Pelangi di atas jembatan layang

Rencana waktu yang siap untuk di eksekusi oleh kami berdua sudah ada di depan mata. Diluar rumah saya melihat sebuah pelangi. Ini awal baik untuk memulai rencana yang telah tersusun lama. Perjalanan telah dimulai dengan berlandaskan aspal-aspal yang basah setelah hujan. Saya menuju ke arah kota bagian barat. Disana ada benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Benteng yang dikenal dengan nama Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) ini memiliki rumput hijau yang menggoda. Itu tujuan saya hari ini. Kami berjanjian didekat jembatan layang untuk bersama-sama kesana.

Pelangi di taman
Pelangi di taman

Perjalanan 15 menit kami habiskan dijalanan dengan masih diikuti dengan pelangi. Kami sampai kesana. Rupanya tempat itu telah ramai dengan orang-orang yang datang untuk menjelajah dan mengambil gambar. Pengunjung yang datang untuk piknik hari ini mungkin hanya kami saja.

Suasana piknik
Suasana piknik

Sore ini saya tidak merasa dikota. Suasana hijaunya seperti berada di desa. Suara burung-burung gereja yang melintas sungguh melengkapi suasana. Melihat ke langit, pelangi masih senantiasa menjaga. Dia seperti tidak pernah pergi dari sebuah lukisan bahagia. Ini tentang kota yang menjenuhkan dan sebuah taman yang jumlahnya minimal. Saya senang jika berada di bagian yang kecil itu dan menikmatinya. Saya senang piknik dalam kota. Saya senang melihat rumput hijau diantara gedung-gedung tinggi. Saya ingin mengunjungi taman yang lain dengan konsep yang sama, piknik. Sepertinya ini bisa menjadi definisi bahagia yang baru.


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.