Rindu yang Tidak Biasa

Jika saya mengatakan rindu ke kamu, apakah kamu percaya itu?

Dear kamu,

Selamat malam, kamu. Lama kita tidak bertemu. Saat ini saya punya sesuatu yang baru, yang ingin segera dikatakan ke kamu. Saya mau mengatakan “saya rindu kamu”. Menurut saya, rindu ini adalah sesuatu yang baru karena saya tidak pernah merasakan rindu seperti ini sebelumnya. Pernahkah kamu merasakan rasa panas dan dingin secara bersamaan? Saat ini saya merasakan hal itu. Kita jauh, lama tak bertemu, dan bayanganmu selalu mengganggu. Semakin mengganggu bayanganmu maka lapisan kulit bagian luar ini merasakan gerah yang teramat sangat. Rasa gerah yang sama saat saya berjalan keluar rumah pada jam 12 siang dengan mengenakan sebuah jaket tebal. Anehnya lagi, disisi yang lain dari tubuh ini seperti merasa kedinginan. Lokasinya agak lebih masuk kedalam susunan tubuh yang saat ini sedang saya pakai. Jauh dari lapisan kulit luar saya tadi. Orang-orang yang pernah merasakannya menyebut lokasi itu adalah hati. Hatiku kedinginan. Tanpa kamu yang selama ini menyejukkan melalui pola berpikir, pandangan, dan tindakan. Menyejukkan, kata sifat yang tidak membuat orang merasa kepanasan, atau kedinginan. Benar, kamu memang penetralisir rindu yang saat ini saya rasakan.

Kapan kamu ingin menetralisir rasa rinduku ini? Tolong lakukan secepatnya. Saya mampu merasakannya setiap hari, setiap kali melihat wajahmu di wallpaper handphoneku. Setiap kali kulihat senyummu itu rasa panas dan dingin itu semakin menjadi. Biasanya setelah itu saya menghubungimu, menanyakan kabarmu saat itu. Setidaknya saya bisa mengetahui kabarmu disana. Tentu itu hanyalah penetralisir sementara. Jika kamu merasa berkomunikasi dengan teknologi canggih telah mampu menetralisir rasa rinduku ini, maka kamu salah. Rasa rinduku yang ini tidak sesederhana itu. Ini rindu yang baru bagiku. Sebelumnya tentu tidak serumit ini. Sebelumnya tentu akan lebih mudah untuk ku tangani sendiri. Saya mungkin sudah terlalu ahli untuk menangani rindu ini sendiri pada hari-hari sebelumnya. Mulai dari pertemuan terakhir kita yang hampir seminggu lalu, sampai detik ini. Semua sudah terlanjut terakumulasi hebat. Tolong netralisir rinduku yang ini segera. Ayo kita merencanakan pertemuan pada beberapa jam kedepan.Kumpulan Surat Cinta

Saya butuh sebuah pertemuan segera. Tidak dalam waktu yang singkat. Tidak ditengah keramaian. Saya mau mendengar cerita darimu. Semua cerita darimu. Saya mau mendengarkan semua kegembiraan dan permasalahan yang kamu dapatkan sejak terakhir kali kita bertemu. Perkembanganmu pasti banyak sekali kemarin, seperti yang kamu ceritakan via BBM di hari-hari kemarin. Saya mau mendengarkan semua ceritamu itu dengan jelas, meski saat kamu sedang berbisik sekalipun. Kita bisa duduk berhadap-hadapan nanti. Lama sekali juga saya tidak melihat tatapan dengan kedipan matamu. Melihat matamu saja tentu sudah sering kulakukan setiap hari. Foto di layar utama wallpaper handphoneku sudah menjadi perwakilan tatapan matamu kemarin, bedanya disana tidak ada kedipan. Saya mau melihat matamu secara langsung. Kali ini saya tidak ingin menikmati indahmu dengan keterwakilan benda apapun. Sudah cukup seminggu saya melakukannya. Sudah cukup seminggu saya berpuasa akan kehadiranmu.

Tolong netralisir rinduku ini yang tidak biasa kurasakan sebelumnya. Tolong jangan menyamakan rindu ini dengan rindu dari orang yang lainnya. Tolong kamu percaya rinduku ini yang tidak biasa. Tolong netralisir rinduku ini dengan kehadiranmu di depanku. Ayo kita merencanakan pertemuan segera!

Tertanda

Kekasihmu 7 hari kemudian


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.