Saya Mau Mengantarmu

Teruntuk, kakakku

Rasanya tiga tahun itu terasa sangat singkat. Rasanya tiga tahun itu sangatlah cepat. Rasanya saya baru kemarin sore mengenal sosok kakak yang betul-betul sebagai kakak. Perempuan pengagum Afgan yang selalu terlihat ceria setiap kutemui.

Benarkah besok sudah waktunya untuk kembali ke tempatmu berasal? Meninggalkan saya, mereka dan semua orang yang selalu suka dengan sifat dan senyum sederhanamu.

Benarkah besok sudah waktunya saya dan mereka untuk tidak melihat sifat bijaksanamu secara langsung?

Jika iya, tentu saya dan mereka akan benar-benar merasa kehilangan atas sosokmu, kak.

Izinkan saya mengingatmu kembali, kejadian tiga tahun yang lalu disaat kita belum kenal. Pada saat itu lokasinya berada di BaKTI (Bursa Kawasan Timur Indonesia). Saya dihubungi untuk datang kesana oleh seorang perempuan bernama Ikes. Undangan untuk bergabung pada gerakan yang konsent di pendidikan sudah masuk berkali-kali, tapi saya baru sempat bertemu dengan para penggerak tersebut yang salah satunya adalah dirimu, perempuan yang akhirnya kupanggil Kak Ina. Saat itu dirimu sedang terlihat memimpin forum, mengenalkan profile, tujuan, dan rencana gerakan ini.

Kelas Inspirasi Makassar

Gerakan tersebut adalah Kelas Inspriasi. Kita jadi satu tim di Kelas Inspirasi Makassar, lalu di Kelas Inspirasi  Sulawesi Selatan. Banyak nasehat-nasehat sering disampaikan, banyak teguran dikeluarkan terlebih saat saya dan teman-teman hanya becanda sedangkan kegiatan sudah semakin dekat. Cara untuk menegurmu memang berbeda, tidak membuat kami merasa harus lanjut bekerja dengan ketakutan. Caramu menegur dengan ajakan, akhirnya saya dan teman-teman lainnya terus melanjutkan kerja relawan itu dengan betul-betul suka rela. Tidak salah orang saya menjadikanmu sosok yang bisa menjadi panutan. Dewasa, tapi tetap merendah sikapnya.

Kelas Inspirasi Makassar

Sifat merendahmu masih terlihat sampai seminggu lalu saat terakhir kali kita bertemu. Mendengar dirimu mau bertemu beberapa teman, maka saya putuskan juga untuk ikutan. Tujuannya untuk menyampaikan ucapan selamat bahwa studi S2-nya telah selesai.

Tetapi saya menyesal!

Saya menyesal datang dan harus mendengar kabar kalau kak Ina akan kembali ke kampung halaman. Saya baru ingat kalau kehadiran di Makassar adalah untuk studi, jika studi telah selesai, maka tidak ada alasan lain untuk harus menetap di Makassar.

Kelas Inspirasi Makassar

Makanya saya mencoba menanyakannya kembali melalui tulisan ini, tapi ternyata kabar itu fix, sudah benar, dan tidak akan diganggu gugat.

Jika nanti kak Ina sudah membaca tulisan ini, tolong hubungi saya, beritahukan jam keberangkatan pesawatnya. Saya mau mengantarmu, mungkin teman-teman yang lain pun mau ikut mengantarmu. Kita semua masih mau melihat senyummu secara dekat, sampai detik-detik terakhirmu menginjakkan kaki di Makassar. Iya, kami tidak ingin membiarkan momen tersebut jadi sia-sia.

Tolong hubungi saya yah, kak.

Tertanda

Adikmu Dimce

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.