Selamat Pagi, Selamat Pagi, Selamat Pagi!

Pagi ini akan kusampaikan ucapan “selamat pagi” sebanyak tiga kali. Di tiga pagi kedepan saya tidak akan melakukan kewajibanku ini. Menyapa disaat pagi melalui sms, telepon, atau mention di twitter. Mungkin akan sedikit berbeda kulalui pagi hari setelahnya, tapi akan ku coba. Ini mungkin salah satu cara untuk menyusun rindu antara ucapan selamat pagiku dan senyummu. Beberapa hari kemarin mereka seperti tak pernah terpisahkan dan selalu menjadi satuan yang utuh untuk mengawali hari, meski kadang tidak secara langsung kulihat senyummu.

Sekarang kau pasti mulai bertanya “akan kemana saya beberapa hari nanti?” Jawabannya, saya akan menyelesaikan pekerjaanku di daerah yang akan memakan waktu tiga hari. Memang terkesan mendadak, saya baru mendapat kabarnya tiga hari yang lalu. Disaat kau pulang kerja. Kita sekantor, tapi beberapa hari kemarin kau selalu terlihat terburu-buru untuk pulang. Saya sampai tidak punya waktu denganmu untuk membahas perjalananku nanti secara personal dan berdua saja. Ahh.. kita mungkin belum berjodoh untuk membicarakannya kemarin.

Pekerjaanku ini adalah mengantarkan paket ke provinsi sebelah, Sulawesi Barat. Saya akan menempuh beberapa ratus kilometer dengan menggunakan kendaraan darat. Katanya, kendaraan darat lebih mudah mengakses kesana. Disana memang sangat jauh dari bandara atau pelabuhan laut. Makanya jalur darat adalah sebuah pilihan diantara yang bukan pilihan.

Beberapa ratus kilometer jauh dari kota dan terpisah jarak dari kabarmu, mungkin akan membuat saya sedikit puitis ketika telah pulang. Akan kubahas alam dan segala keindahannya. Akan ku kawinkan kata-kata keindahan itu dengan rindu yang terpupuk selama tiga hari nanti. Jangan tahan saya untuk menulis dan mengindahkan segala ciptaanNya. Saya butuh melampiaskan rindu yang tertahan. Saya masih membahas kau, perempuan pertama yang selalu ku ucapkan “selamat pagi”.

Selamat Pagi, Selamat Pagi, Selamat Pagi!

Pagi dan perjalanan darat
Pagi dan perjalanan darat

NB: Tulisan ini dibuat pada malam hari. Sengaja, untuk kau baca ketika menunggu ucapan selamat pagiku. Disaat itu saya sedang dalam perjalanan dan mulai kesulitan mendapatkan signal

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.