Selamat Panjang Umur, Cantik

Selamat malam, cantik.

Tidak terasa kita berdua bisa bertemu kembali pada tanggal 31 Agustus. Bertemu langsung pada pagi hari tadi di tempatmu bekerja dengan perasaan senang, jengkel, dan tentu saja kangen yang telah menjadi satu.

Tolong jangan tanyakan ke saya “kenapa bisa merasakan senang, jengkel dan kangen secara sekaligus?”  Saya tidak ingin menjelaskan kalau kangen sama kamu merupakan sifat yang selalu ada, mungkin sudah ada saat saya sudah terlahir di dunia, dan kamu masih berada di alam ruh. Kita berpisah disana dan kangen pun tercipta.

Begitu pula dengan rasa jengkel, jika terlalu lama kangen biasanya lama-lama malah jadi jengkel. Jengkel karena belum bisa ketemu, jengkel karena memang belum dipertemukan dan jengkel karena alasan-alasan lainnya yang pastinya tidak akan masuk dilogikamu. Pastinya Tuhan sudah mengatur salah satu strategi, rencana, atau mungkin bisa disebut skenario terbaik untuk pertemuan kita. Hingga akhirnya skenario itu bisa terealisasi pada pagi ini. Seingatku, tadi pagi sewaktu kita bertemu, tidak ada yang memasang ekspresi tidak senang. Saya, dan begitu pun kamu memiliki rasa yang sama.

Mengenai kata “senang”, saya punya kata yang lebih banyak dalam menggambarkannya melalui tulisan. Saya senang kamu masih diberikan kesehatan yang layak. Sehat dibagian pipi yang selalu mampu membuat tanganku nggak tahan untuk mencubitnya. Disaat semua perempuan ingin membuat pipinya menjadi tampak tirus, mungkin kamu lebih cocok seperti ini saja. Saya lebih senang melihatmu seperti ini. Selain itu, saya juga senang kamu sekarang sudah mempunyai sebuah pekerjaan yang bisa menghasilkan. Senang melihatmu tetap berusaha menjadi perempuan kota yang mandiri, dan tidak bergantung kepada orang tua. Saya juga senang melihatmu terlihat dan terasa semakin dewasa belakangan ini. Menurutku, semakin dewasanya sifat dan sikapmu ini terpengaruh dari seringnya mengasuh berinteraksi dengan adekmu, dan seorang adekmu yang baru. Bahkan kamu sampai mengangkat seorang adek baru untuk mencurahkan rasa kasih sayangmu yang tinggi. Saya senang melihatmu seperti ini. Saya senang melihat segala perkembanganmu di bumi sampai hari ini, cantik.

Semoga kedepannya kamu nggak bosan ketemu sama saya yang selalu suka memperhatikanmu di bumi. Di bumi ini kamu akan ketemu dengan beberapa lelaki yang mungkin jauh lebih baik, pintar dan tampan dari pada saya, tapi ingatlah satu hal. Ingatlah kalau kita sudah dipasangkan untuk menjadi sebuah pasangan sejak di alam ruh, dan tentunya di akhir rencana Tuhan ini kamu masih akan tetap disamping saya. Hehehe.. Jadi nggak usah capek-capek untuk berusaha mencari orang lain disisa umur mu di bumi. Kita akan tetap bersama. Kita akan tetap merayakan tanggal 31 Agustus sebagai hari ulang tahunmu lagi tahun depan, tahun depannya lagi dan tahun depannya lagi.

Sekian dulu yah surat ucapan hari ini. Silahkan disimpan surat ini supaya kamu nggak lupa beberapa hal diatas.

Sekali lagi, selamat panjang umur, cantik.

Kumpulan surat cinta

Tertanda

Lelaki pagi tadi


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply