Semoga Hubungan Kita Dilancarkan OlehNya

Selamat malam, kamu.

Apa kabarmu hari ini? Seharian ini kita ternyata nggak sempat ketemu. Padahal hampir setiap pagi kita selalu memulai hari dengan menanyakan planning hari ini. Kita berdua selalu berusaha mempunyai program kerja dalam jangka pendek, dalam satuan hari. Program kerja yang dibuat masing-masing dari kita yang nantinya akan tetap berusaha menyelipkan kita didalamnya.

Tidak ada kita dalam hari ini. Pagi tadi perencanaanku agak berubah karena kesalahan perencanaanku sendiri. Kita berencana keluar jam 9 pagi untuk menemaniku memasukkan penelitian disebuah rumah sakit yang berada di tengah kota, tapi tiba-tiba saya menunda karena harus membuat laporan berjam-jam dari pekerjaanku yang lain. Kamu sudah tahu pekerjaan apa yang tengah kugeluti setahun terakhir ini. Kamu sudah tahu siklus pekerjaanku setiap pagi. Untungnya kamu bisa mengerti alasan ini yang selalu kuucapkan kepadamu saat pagi hari. Kamu mengerti kalau pekerjaanku bergerak dalam bidang digital, dan harus menyisihkan 2-3 jam waktu pada pagi hari untuk mencari uang dengan bermodalkan laptop dan jaringan internet. Untungnya saya masih memiliki perempuan yang mau mengerti untuk hal ini. Siklus hidupku setiap pagi tentu kamu sudah tahu, tapi biarkan saya merincikannya kembali. Pertama adalah dibangunkan oleh alarm yang ada di smartphone-ku, yang biasanya kuletakkan tidak jauh dari lokasi kepalaku saat tidur. Selanjutnya setelah alarm berbunyi, maka bunyi pesan BBM-mu juga ikut masuk. Mengucapkan selamat pagi yang selalu diakhiri dengan kata sayang. Ucapan sayang darimulah yang selalu membuatku segar saat membuka mata, dan selalu membuatku menunggu pagi datang kembali. Kita juga tidak lupa saling mengingatkan untuk shalat subuh. Ah, ini bentuk dari romantisme dua orang manusia dan Sang Pencipta kita. Setelah shalat subuh biasanya saya membantu keluarga yang lain untuk bersiap ke kampus dan berangkat kerja. Setelah itu baru saya menyalakan laptop dan berkantor di rumah. Siklus hidup ini sebenarnya banyak yang berubah, maksudnya siklus hidupku dulu tidak seperti ini. Saat pagi hari, kerjaan tidak ada. Bahkan saya bisa memperpanjang jam tidurku yang terbangun karena shalat subuh tadi. Jam kerja didepan laptop lebih kuhabiskan pada malam hari sampai jam hampir menunjukkan pagi hari. Jadi, jangan heran kalau saya bisa memperpanjang tidurku. Hidupku mulai banyak perubahan sejak kedatanganmu kembali. Orang yang dulu harus kutinggalkan dengan sengaja karena telah memiliki kekasih. Sekarang kamu telah datang kembali, hanya sendiri.

Hidup kita berdua kini telah berubah. Sekarang kita telah menyelipkan sebuah komitmen dalam keseharian kita. Iya, kita perlu komitmen untuk mengikat sesuatu yang tidak terlihat ini. Rasa kita berdua perlu diikat dan dibuat agar memiliki tujuan. Saya? Berkeinginan untuk melanjutkan semua kearah yang lebih serius tentunya. Bukan hanya menjadi teman jalan, teman cerita, teman tertawa, teman dalam mengerjakan tugas akhir, atau teman nonton saja. Saya ingin lebih dari itu semua. Saya mau kamu menjadi teman saat saya masih hidup di dunia. Teman yang kuletakkan pada posisi paling spesial jika dibandingkan dengan yang lainnya. Terlalu egois jika harus mengelompokkan seperti ini. Saya seperti ingin memiliki secara utuh seseorang yang nantinya akan mengabdikan diri kemasyarakat. Saya tahu cita-citamu sekarang. Kamu ingin menjadi seorang pengajar. Cita-cita yang sama seperti mamaku dan mamamu. Bedanya hanya pada jenjang pendidikannya. Kamu lebih tinggi dari pada mereka. Belajarlah yang banyak, dan bersiaplah menjadi orang yang hebat dikemudian hari, dan agar bisa mengabdikan diri kepada masyarakat. Tugasku adalah menjadi orang yang tak kalah hebat darimu, agar kita bisa menghadapi dunia bersama, dan bisa mengabdikan diri kepada masyarakat berdua.

Kumpulan surat cinta

Saya masih ingat ketika sehari yang lalu kita melakukan perjalanan sambil berhujan-hujanan. Ditengah hujan kita menceritakan tentang orang-orang yang ada dimasa lalu kita. Kekhawatiran seorang pasangan jika mendengarkan pasangannya bercerita tentang masa lalunya adalah takut akan tumbuh perasaan yang lama, yang sudah lama ditinggalkan. Saya merasakan kekhawatiran yang sama, mungkin begitu pun denganmu. Saya khawatir arti kata “kita” akan berubah menjadi “lebih dari dua”. Saya khawatir mereka akan datang kembali ditengah-tengah kita, dan mengambil satu persatu dari kita. Saya khawatir itu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Saya sangat percaya dengan komitmen yang sudah ada. Saya percaya kalau ikatan rasa yang tidak terlihat ini kuat, sangat kuat, dan saya percaya. Mari melanjutkan doa yang sering kita panjatkan setiap selesai shalat: Semoga hubungan kita berdua dilancarkan olehNya.

Tulisan ini kubuat saat kamu sedang beristirahat setelah beraktifitas seharian. Kutahu kalau kamu sedang istirahat dari pesan BBM-ku yang tidak di replay dari jam 9.30 malam tadi. Kamu memang type seseorang yang sangat mudah tertidur, terlebih saat sedang lelah seperti ini. Istirahatlah, sayang. Jika nanti kamu membaca surat ini kondisi rasa sayangku padamu sedang bertambah jauh lebih banyak dari pada sebelumnya.

Tertanda

Teman spesialmu


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

3 thoughts on “Semoga Hubungan Kita Dilancarkan OlehNya

    • 09/02/2015 at 9:24 PM
      Permalink

      Halo, Fikri. Makasih sudah mampir. Tolong berikan saran juga dong tentang tulisan ini. :)

      Reply
  • 10/08/2016 at 6:10 PM
    Permalink

    keren juga nih tulisannya.. sangat berkesan sekali. tetap semangat ya untuk menulis

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.