Sepatu dan Sebuah Hubungan

Sepatu pilihan
Sepatu pilihan

Sebuah hubungan itu seperti sepasang sepatu. Tiba-tiba saya melihat sepasang sepatu berwarna hitam yang terletak diantara barisan sepatu berbagai model dan warna lainnya. Pandangan didalam toko mendadak fokus pada sepatu itu. Sejenak memperhatikan sepatu tersebut dari langkah kaki yang terpaku dari tadi. Proses membandingkan dengan sepatu-sepatu yang disampingnya pun mulai berlangsung. Setidaknya di pandangan pertama itu dia sudah memiliki nilai lebih. Tidak ingin membuang-buang waktu dengan memilih saja saya segera mendekati rak sepatu dan mulai mengambil sepatu. Saya melihat lebih dekat dan mulai jatuh cinta dengan seutuhnya. Sepatunya kelihatan sederhana, dan tidak terlalu banyak gaya. Ketika dicoba di kaki rasa nyaman segera menjalar. Saya suka dengan sepatu ini. Mendadak si penjaga toko menawarkan sepatu model yang lain. Dengan tersenyum saya mengatakan, “saya sudah suka dengan sepatu ini”.

Sebenarnya, hubungan antara sepatu dan pasangan adalah sama. Seperti hubungan kita dengan sepatu, hubungan dengan pasangan juga menghadapi tahap-tahap tertentu. Ada tahap mengamati – tahap memilih – tahap suka – lalu menentukan bagaimana hubungan itu ke depannya. Sepatu ini telah memenangkan proses pemilihan dari puluhan baris sepatu lainnya. Persaingan yang dilakukan oleh sepatu dengan model dan warna yang beragam. Persaingan yang hanya akan menghasilkan satu pilihan saja. Seperti itulah hidup yang selalu penuh dengan pilihan, kini hidup sedang memilih sepatu itu.

Ketika kita memilih untuk membeli sepatu, ada saat-saat dimana kita memamerkannya, karena kita merasa sangat bangga dengan sepatu itu. Demikian juga halnya jika kita telah memutuskan untuk memulai sebuah hubungan dengan pasangan, kita mencintai pasangan dengan berbagai alasan. Bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga karena dia bisa memahami dan membuat kita merasa aman dan nyaman. Seperti mendapat sepatu, kita mencapai satu titik dan merasa bahagia karena hasrat kita terpenuhi dan hidup lebih berwarna.

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.