Sisa-sisa Masa Lalu

Dear pemilik notebook merah jambu

Masih kuingat kegiatan kita hari ini. Menghabiskan waktu untuk sama-sama mengerjakan sebuah proyek menulismu. Kita duduk dimeja bernomer 4 yang berada di sudut ruangan. Tempat ini kita rasa strategis karena dekat dengan colokan listrik tempat nge-charge notebook kita.

Tidak butuh waktu lama kita mulai sibuk mengaktifkan notebook masing-masing. Didepanku sudah ada notebook abu-abu, dan didepanmu sudah ada notebook merah jambu kesayanganmu. Kita sudah siap-siap sibuk dengan tugas yang sudah disiapkan. Sebelum kita tenggelam dengan tanggung jawab didepan notebook sempat kamu tawarkan ingin pesan minum apa. Kita juga sangat butuh cemilan untuk dijadikan amunisi agar tidak merasa bosan mengerjakan tugas-tugas ini. Akhirnya kamu putuskan untuk pergi memesan beberapa menu untuk menemani waktu-waktu kedepan.

Iseng kuintip notebookmu. Terlihat aplikasi messenger sedang aktif didesktopmu. Kulihat namanya dan ternyata itu mantanmu. Orang yang hadir dikehidupanmu sebelum bersamaku sekitar 10 bulan yang lalu. Terlihat aktifitasmu selama beberapa hari terakhir ini. Aktifitas yang kebanyakan berisi tentang poin permainan. Seperti sedang bermain berdua dan bersaing untuk mendapatkan poin tertinggi. Ditengah-tengah link tersebut ada dialog singkat yang kamu mulai, menanyakan kabar tentang dia. Ahh.. membaca messenger kalian yang ini membuatku mendadak lemas. Entah, ini mungkin cemburu. Masih ada perasaan care yang terlihat dari pertanyaan yang dilontarkan ini. Masih ada komunikasi yang tersembunyi.

Kukembalikan lagi posisi notebookmu seperti semula. Beberapa kali kulemparkan pandangan kearahmu, namun kamu masih sibuk dengan menu-menu yang ingin dipilih. Kejadian ini berlangsung begitu cepat dan semoga tidak dilihat olehmu.

Mantan

Semua seolah tidak pernah terjadi. Semua masih tersembunyi. Semua seperti kamu yang tidak pernah memberitahukan kalau masih ada komunikasi dengan masa lalumu.

Surat ini lebih banyak membahas tentang kronologiku yang tak sengaja melihat isi messenger hari ini. Jika kegiatan tadi telah mengganggu privacymu, aku minta maaf. Tentu aku tidak ingin seperti dirimu yang masih bersembunyi bersama masa lalumu, sehingga kutuliskan surat ini secepatnya, sepulang kita dari cafe siang tadi. Melalui surat ini pula ingin kusampaikan rasa cemburuku yang besar terhadap komunikasi rahasia kalian. Komunikas yang tak pernah kamu ceritakan, berbeda dengan komunikasi-komunikasi seru yang didapatkan dari teman-teman lainnya. Ah, ini sifat cemburu yang teramat besar. Mungkin kita perlu mengistirahatkan perasaan kita satu sama lain. Perasaan yang khawatirku hanya berwana abu-abu, dan bukan merah jambu. Hingga nanti kamu mampu menjelaskan tentang semua sisa-sisa masa lalumu yang masih tersimpan dan belum kutahu.

Tertanda

Pemilik notebook abu-abu


Dapatkan surat cinta lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.