Tertanda, yang Memperhatikanmu dari Kejauhan

Tertanda, yang Memperhatikanmu dari Kejauhan

Hay, kamu…

Senyum dong! Aku dari tadi memperhatikanmu dari kejauhan. Apa yang sedang kamu lakukan sekarang di depan ruangan dosen? Dari tadi kuperhatikan kamu kelihatan gelisah sekali disana. Setiap 10 menit kamu merubah gaya duduk – berdiri – melihat ke dalam ruangan dosen. Siklusmu begitu terus. Siklus gerakanmu sampai kuhapal dari kejauhan.
Read more

Salim Jauh,  Anak Muridmu yang Kembali

Salim Jauh, Anak Muridmu yang Kembali

Selamat pagi, ibu

Perkenalkan, aku adalah salah satu teman lelaki dari anak perempuan keduamu, bu. Aku juga adalah salah satu muridmu ketika masih berada di SMP saat 10 tahun yang lalu. Tidak menyangka aku bisa bertemu denganmu lagi, bu. Engkau masih menjadi guru favoritku hingga saat ini. Guru yang menumbuhkan minat menulisku sejak dini. Read more

Apakah Aku Kangen?

Apakah Aku Kangen?

Selamat malam, kamu.

Maaf handphoneku sekarang sedang lowbat jadi nggak bisa mengirimkan kabar ke kamu secara langsung. Saat ini aku sudah mendarat di rumah. Perjalanan menggunakan pete-pete pada malam hari ternyata seru juga. Sepertinya kita perlu melakukannya berdua nanti. Melakukan perjalanan keliling kota Makassar dengan menggunakan pete-pete berdua sambil bercerita dengan menikmati pemandangan kota Read more

Kamu Alasanku untuk Menulis Kembali

Kamu Alasanku untuk Menulis Kembali

Dear kamu,

Selamat malam, kamu. Apa kamu sudah sampai di rumah saat ini? Surat ini kubuat di rumah. Lebih tepatnya di kamar saya yang hangat. Kamar yang dulu telah kujadikan tempat untuk mengimajinasikan dirimu, yang akhirnya kutuangkan lagi ke dalam tulisan. Dulu kita sering bertemu dengan cara seperti ini. Tentu kamu masih ingat kebiasaan kita yang dulu. Saya mengagumimu dari jauh, dan kamu membaca kekagumanku melalui tulisan yang kubuat. Read more

Rindu yang Tidak Biasa

Rindu yang Tidak Biasa

Jika saya mengatakan rindu ke kamu, apakah kamu percaya itu?

Dear kamu,

Selamat malam, kamu. Lama kita tidak bertemu. Saat ini saya punya sesuatu yang baru, yang ingin segera dikatakan ke kamu. Saya mau mengatakan “saya rindu kamu”. Menurut saya, rindu ini adalah sesuatu yang baru karena saya tidak pernah merasakan rindu seperti ini sebelumnya. Pernahkah kamu merasakan rasa panas dan dingin secara bersamaan? Saat ini saya merasakan hal itu. Kita jauh, lama tak bertemu, dan bayanganmu selalu mengganggu. Semakin mengganggu bayanganmu maka lapisan kulit bagian luar ini merasakan gerah yang teramat sangat. Rasa gerah yang sama saat saya berjalan keluar rumah pada jam 12 siang dengan mengenakan sebuah jaket tebal. Anehnya lagi, disisi yang lain dari tubuh ini seperti merasa kedinginan. Lokasinya agak lebih masuk kedalam susunan tubuh yang saat ini sedang saya pakai. Jauh dari lapisan kulit luar saya tadi. Orang-orang yang pernah merasakannya menyebut lokasi itu adalah hati. Hatiku kedinginan. Tanpa kamu yang selama ini menyejukkan melalui pola berpikir, pandangan, dan tindakan. Menyejukkan, kata sifat yang tidak membuat orang merasa kepanasan, atau kedinginan. Benar, kamu memang penetralisir rindu yang saat ini saya rasakan. Read more

Jatuh Cinta Kembali

Jatuh Cinta Kembali

Dear kamu,

Tidak terasa umur kita semakin tua. Umur yang kita habiskan untuk bersama sebagai sebuah pasangan. Kita tidak bisa lagi disamakan dengan sebuah jagung, yang menghabiskan waktu begitu singkat untuk bisa dikatakan matang. Kita bukan jagung yang hidup – muda – tua dalam waktu yang singkat. Sekarang kita adalah pasangan yang telah lama bersama, lebih lama dari usia jagung. Read more