Hanya Ingin Lebih Sederhana

Hanya Ingin Lebih Sederhana

“Selamat ulang tahun, nak”, bisik ibuku di depan kasir sebuah restoran cepat saji.

Restoran cepat saji
Restoran cepat saji

Beliau mengeluarkan uang pecahan seratus ribu rupiahnya sebanyak 2 lembar. Beliau ternyata memesan sebuah paket besar yang berisi 3 ayam goreng tepung, 3 nasi dan 3 minuman. Paket besar ini akan dikonsumsi oleh keluarga saya yang terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anaknya (saya, adik dan adik). Sungguh sebuah makanan yang sangat mewah untuk keluarga ku yang sederhana ini. Read more

Dear Ibu di Desa

Dear Ibu di Desa

Dear Ibu di desa,

Tahukah Ibu, kenapa engkau kutujukan surat ini? Jawabannya sederhana, engkaulah perempuan yang menjadi guru dengan mata pelajaran perilaku pertama. Tentang bagaimana seorang pria harus bersikap kepada perempuan lainnya.

Surat untuk Ibu

Sekarang saya sudah mendapatkan teman untuk bercerita sepulang kerja. Teman yang tertarik dengan caraku memperlakukan perempuan. Dia menyukai ajaran perilakumu yang kuterapkan, Bu. Katanya saya berbeda dengan pria metropolitan yang dia kenal. Tidak sopan, kurang ajar atau melupakan hak-hak perempuan.

Minggu depan izinkan anakmu ini pulang ke desa, Bu. Untuk mengenalkannya lebih dekat kepadamu. Perempuan ini sudah pasti berhijab, setahuku dia juga sering memasak untuk adik-adiknya dan perilakunya juga jauh dari gaya hidup mewah khas metropolitan. Mungkin dia cocok untuk masuk dalam silsilah keluarga kita, setidaknya itu menurutku hingga saat ini.

Tidak perlu menyiapkan apa-apa. Anakmu cuma ingin melepas rindu di hari Sabtu minggu depan. Sampai ketemu dirumah, Bu.

Sungkem jauh
Anakmu di Djakarta

Salam sayang anak lelakimu di Negeri seberang

Salam sayang anak lelakimu di Negeri seberang

Untuk Ibu
Di Indonesia

Selamat siang, Ibu. Maafkan tidak sempat membangunkanmu pagi ini untuk sekedar mengecupmu dan mengucapkan kalimat “Selamat Hari ibu”. Kalimat yang mungkin bisa sedikit menambah semangat beraktivitas hari ini. Kalimat yang mungkin bisa membuat senyum indahmu muncul dan memberi kehangatan bagai mentari pagi.

Selamat siang, Ibu. Tak terasa hari ini adalah hari kedua puluh satu ku di negeri ini. Negeri yang menurutku tak salah pilih untuk memperdalam ilmu Psychology. Negeri yang jauh dari Indonesia yang tidak lain adalah negeriku sendiri.

Selamat siang, Ibu. Maapkan sering membuatmu khawatir. Khawatir atas kabarku yang tak jelas. Khawatir atas segala aktivitasku sehari-hari. Terima kasih ibu atas perhatianmu.

Selamat siang, Ibu.Kabarku disini baik-baik saja.Masih bergelut dengat tumpukan tugas dari ruang-ruang kuliahMasih berusaha mencari bekal ilmu dinegeri seberang sebelum kumencari nafkah disana.

Selamat siang, Ibu. Engkaulah Mahaguru terhebat dalam hidupku yang sesungguhnya. Engkaulah musisi terhebat dengan sebuah lagu andalanmu yang berjudul “bunda”. Engkaulah seniman terhebat dalam hidupku dengan segala maha karya. Engkaulah koki terhebat dengan segala masakan yang penuh cinta. Engkaulah aktris terhebat dengan segala senyuman dibalik permasalahan. Engkaulah sosok multi talenta yang kukenal selama ini, dan.. engkaulah inspirasiku, Ibu.

Salam sayang anak lelakimu di negeri seberang


Dapatkan surat cinta lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar