Terima Kasih Telah Kembali

Selamat malam, cantik.

Apakah kamu telah sampai pada tempat tidur berwarna merah jambu milikmu? Setelah berhujan-hujanan malam ini, sepertinya dirimu perlu istirahat.

Malam ini ingin kusampaikan satu hal sederhana yang telah membuatku bahagia. Tolong jangan beri tahu siapa-siapa, yah. Ingat, ini adalah rahasia kita.

Sore ini aku telah menunggu seorang perempuan, dan aku bahagia. Aku ingin menebak pikiranmu. Pasti dikepalamu kini timbul pertanyaan “apa istimewanya dari menunggu?” Jika benar itu isi pikiranmu, maka ingin kubagi beberapa rahasia lagi kepadamu.

Aku bahagia menunggu dirimu sore ini. Awalnya menunggu itu benar-benar melelahkan. Berada diantara 30 menit waktu yang dihabiskan dengan ketidak pastian. Siapa yang tidak lelah jika berhadapan dengan kondisi seperti ini? Ah, dasar manusia, dia terlalu egois. Maunya ditunggu, tanpa mau menunggu, dan aku adalah salah satu manusia itu. Smartphoneku tadi sempat kehabisan baterai, menghubungimu menjadi sulit sekali. Rasanya seperti kembali pada zaman batu saat tidak bisa memanfaatkan teknologi. Tapi, untungnya kita berdua selalu percaya dengan doa, media komunikasi tercanggih yang pernah ada. Bahagiaku malam ini kita bisa bertemu, meski tanpa ada komunikasi langsung dari teknologi canggih yang diciptakan manusia.

Kamu datang sambil berlari, suara ngos-ngosan kedengaran begitu jelas dari ragamu. Tas ransel yang berisi buku-buku perkuliahan hari ini, dan map yang berisi proposal penelitian terlihat sedikit membebani langkahmu kepadaku. Waktu 30 menit yang kuhabiskan menunggu ditempat biasanya kita bertemu tidak sia-sia. Hal bahagia dari menunggu adalah bertemu dengan objek yang ditunggu, dan itu kamu.

Kumpulan surat cinta

Sambill berusaha mengatur napas, kamu coba menjelaskan alasan keterlambatan. Hal bahagia lainnya dari menuggu adalah ketika objek yang ditunggu berusaha untuk bertemu meski sudah jauh. Tadi dirimu sempat naik angkutan kota karena berfikir tidak jadi bertemu denganku. Sudah jauh dari lokasi perjanjian dan kamu masih bisa berfikir untuk kembali. Rela berganti kendaraan untuk ke menunaikan janji bertemu. Jika aku jadi dirimu, mungkin repot-repot untuk kembali seperti itu akan kupikirkan berkali-kali. Ternyata untuk kembali bisa kamu lakukan dengan sekali proses.

Berbahagialah kita malam ini. Dua orang manusia yang terdiri dari aku yang siap menunggu, dan kamu yang siap untuk kembali. Jika nanti kamu pergi lagi, ingatlah kalau selalu ada aku yang menunggumu ditempat kita melakukan janji. Mungkin aku harus banyak belajar dari dirimu, cantik. Banyak belajar dari dirimu tentang: pergi dan kembali. Terima kasih telah kembali.

Tertanda,

Lelaki yang sore ini sempat menunggumu


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.