Tertanda, Masa Lalumu

Dear Masa laluku

Bagaimana kabarmu? Kabarku, di kota ini, allhamdulillah baik. Maaf baru sempat memberikanmu kabar. Beberapa minggu ini proyekku sedang banyak. Rezeki satu persatu datang dan menyibukkanku. Ini bukan nada protes loh, ini cuma gambaran singkat tentang kondisi kekinian ku untuk beberapa waktu yang lalu.

Sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penerbitan. Saya diletakkan di bagian editing untuk naskah-naskah yang siap menjadi buku. Ini bukan pekerjaan yang membosankan, kok. Di ruangan ini saya punya keluarga baru yang mampu memberikan energi-energi positif setiap harinya. Kami bebas menggunakan baju kemeja warna apa saja, bebas menempel poster atau menggantung foto pribadi di ruangan kecil yang tersekat-sekat, dan pokoknya tidak sekaku kantor yang lain. Sengaja diperdengarkan alunan piano klasik melalui speaker yang tergantung di pojok kanan atas ruangan ini. Kami dibiarkan untuk mendapatkan inspirasi melalui alunan musik itu.Sepertinya mereka berhasil membangun lingkungan kerja yang nyaman untuk saya. Bagiku kenyamanan di lingkungan kerja merupakan hal utama yang harus diperhatikan.

Mungkin inilah yang berhasil membuatku melupakanmu, orang yang dulu kusuka. Komitmen yang kalian jaga hingga kini memaksaku untuk harus mencari kesibukan baru. Fokus pada pekerjaanku dan tidak lagi memikirkanmu. Sekarang, pikiranku penuh dengan kerjaan yang menyenangkan. Kadang rekan kerjaku yang perempuan mampu menutupi kehadiranmu dulu. Dia mampu bernyanyi, lesung pipi dimiliki, dan dia juga tergolong cerdas sama sepertimu. Pikiranku bukan punyamu sendiri, atau mungkin kini kau tidak ada dipikiranku lagi. Kini kau menjadi bagian yang sebelumnya, bagian masa laluku.

Tertanda
Masa lalumu

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.