Apa Kabarmu Malam Ini?

Dear kamu,

Masih ingatkah kamu kalau dulu masing-masing dari kita mempunyai sebuah hutang yang bernama waktu. Waktu untuk sebuah kebersamaan yang tanpa perlu terikat beban sebuah hubungan. Iya, dulu kamu masih berada disamping seorang pria yang berstatus pasanganmu. Kita kadang harus mencuri waktu untuk bisa bersama. Kadang pula kita melakukannya dengan terang-terangan. Kita menginginkan kebersamaan. Kita berdua menginginkan hal itu sejak dulu, atau mungkin hanya saya saja tanpa kamu. Setidaknya bagian yang paling menginginkan sebuah kebersamaan itu adalah saya.

Kita beberapa hari ini tidak lagi mengenal arti jauh. Waktu pun telah kita miliki meski hanya sementara. Hutang kebersamaan kita seperti terlunaskan kini, tapi apakah semua itu cukup? Tentu tidak, menurutku. Kita baru mengunjungi beberapa tempat saja. Kita baru sempat menyinggahi taman kota, warung di pojok jalan, dan tempat lokasi bisnisku yang baru. Saya masih menginginkan kebersamaan ini dalam waktu lebih banyak lagi. Saya masih punya banyak tempat untuk bisa kita kunjungi. Saya masih punya tempat-tempat menarik lainnya, dan itu semua tidak bisa kita kunjungi dengan hanya sehari atau dua hari. Saya menginginkannya waktu jauh lebih lama dari hari-hari yang kemarin untuk menunjukkan tempat-tempat itu.

Kumpulan surat cinta

 

Semuanya kini telah berubah kembali seperti sebelumnya. Kita telah terlanjur menyepakati untuk menunda lagi kebersamaan-kebersamaan yang lain. Menurutmu, ada yang salah dari hubungan ini. Iya, itu menurutmu. Menurutku, ini mungkin karena kamu telah dekat dengan lelaki yang lain. Apapun alasanmu untuk menjauh tentu tidak akan membuat saya untuk ikut menjauh. Tolong beritahu saya saja jika lelaki baru itu telah tidak lagi ingin berada didekatmu. Semoga saja itu secepatnya.

Surat ini saya buat setelah kesepakatan untuk tidak boleh saling menghubungi dulu dalam waktu dekat ini kita sanggupi. Surat ini juga sengaja saya buat untuk menghargai setiap waktu yang ada kemarin. Waktu meskipun terasa singkat, tapi saya sangat menikmatinya. Tanpa waktu tidak ada namanya sebuah kehidupan. Tanpa waktu tidak ada juga namanya sebuah kebersamaan. Saya menunggu hutang waktu yang baru ini untuk bisa segera dilunasi, dan kita bisa melanjutkan kehidupan lagi dengan bersama.

Tapi, ngomong-ngomong apa kabarmu malam ini?

Tertanda

(masih) temanmu


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.