Merindu Pohon

Dear Pohon-pohon Kota

Dimana dirimu? Rindu rasanya bisa berteduh dibawah kerindanganmu. Saat panas, dan saat hujan, bisa berlindung dibawah kelebatan dedaunanmu. Seperti sosok kakak yang menjaga adiknya, mendekapnya namun tetap berjarak. Kita terlahirkan berbeda, tapi kita seperti sejiwa. Kita ini sahabat. Ini kah bukti kedekatanku dengan alam?

Ingin rasanya memberontak melihatmu ditebang dan perlahan dihilangkan dari jalanan kota. Alasannya untuk pelebaran. Mereka fokus pada proyek-proyek pemerintahan. Saya siapa? Saya cuma orang yang memiliki protes tanpa kekuatan apa-apa. Ini tentang lingkungan hijau yang semakin terkikis modernitas. Kota ini juga butuh pohon. Saya, kalian, dan kita butuh pohon. Mereka seperti lupa pelajaran-pelajaran sekolah dasar dulu, tentang manfaat dan fungsi pohon.

Bersabarlah, sahabat. Mungkin mereka hanya belum mengenal dampak dari melupakanmu. Mungkin mereka akan mengingatmu lagi jika kota sudah banjir karena media serapan air berkurang, atau cuaca panas telah terasa menyengat. Memang, mereka akan belajar rindu jika mereka mulai kehilangan.

Tertanda
Yang merindumu

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.