Pemilu Telah Selesai

Hari ini tanggal 10 Juli 2014, pemilihan umum untuk calon presiden dan calon wakil presiden telah kita laksanakan. Kemarin, mulai pukul 08.00 pagi semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah membuka ruang untuk kita memilih calon pemimpin negeri ini. Hingga jam 01.00 siang TPS telah menerima semua daftar pemilih yang ada dimasing-masing daerah. Satu persatu surat suara yang telah masuk kedalam kotak berlogo KPU dikeluarkan kembali. Kita memperhatikan keabsahan masing-masing kertas, dan menghitung suara yang diterima masing-masing calon. Mendengar teriakan “sah” Jika kertas tersebut memenuhi syarat suara yang sah, dan mendengar teriakan “batal” jika surat suaranya tidak memenuhi syarat. Kita menjadi saksi dari pilihan orang-orang sekitar. Menerima hasil yang ada.

Sementara di televisi, angka-angka juga tidak mau kalah eksis dengan kata-kata. Lembaga-lembaga survey juga turut ambil bagian dalam pesta demokrasi 5 tahun sekali. Mereka melakukan survey atas hasil yang ada di masing-masing TPS. Ada sebuah lembaga survey yang bahkan sampai dikontrak untuk mempublikasi hasilnya di stasiun televisi tertentu. Lembaga survey tersebut pasti memiliki tingkat keakuratan data yang tinggi sampai dikontrak khusus oleh sebuah stasiun televisi. Hasil survey yang diberikan lembaga survey yang pasti akan berkaitan dengan rating televisi. Namun, beberapa hasil survey yang ada ditelevisi tidak selamanya menghasilkan hasil yang sama atau tidak jauh berbeda. Ada hasil survey dari beberapa lembaga survey yang berbeda sendiri. Tentu ini menghasilkan pertanyaan, tapi tidak usah kita permasalahkan hasil hitung cepat ini. Sudah ada lembaga yang lebih tinggi, yang telah mengawasi pekerjaan mereka.

Sudah waktunya kita bersatu kembali tanpa harus terpecah menjadi dua kubu
Sudah waktunya kita bersatu kembali tanpa harus terpecah menjadi dua kubu

Tugas kita sekarang adalah membangun kembali keakrabatan yang ada sebelum pemilu presiden ini ada. Banyak teman-teman yang berbeda pilihan, akhirnya mereka menjaga jarak satu sama lain. Suasana ini terlahir karena perbedaan konsep pemimpin ideal yang kita inginkan. Saya ingin memilih nomer urut ini, dan dia lebih memilih nomer urut yang itu. Ini semua hanya perbedaan menuju ke arah Indonesia yang lebih baik. Mereka (para calon pemimpin negeri) tentu mempunyai sebuah persamaan, sama-sama menginginkan Indonesia yang lebih baik. Bedanya hanya cara menuju tujuan tersebut. Mungkin ada yang menurut saya cepat, dan mungkin ada yang menurut saya kurang cepat. Penilaian cepat atau kurang cepat dari sebuah kinerja juga sebenarnya berdasarkan penilaian kita sendiri. Sekarang kita sudah tidak perlu memasalahkan ini lagi. Sang pemimpin negeri telah terpilih, meski masih dalam satuan “hitung cepat” dan masih perlu menunggu perhitungan resmi dari KPU tanggal 22 Juli 2014. Siapapun yang dipilih rakyat, maka dialah pemegang mandat, sang presiden pilihan kita. Tugas kita menerima hasil dari suara pemilih terbanyak. Selanjutnya ayo mendukung jalannya pemerintahan, tapi tetap tidak lupa mengkritisi agar proses membangun negara yang baik ada dari pihak rakyat juga. Ayo kita kembali bersatu. Kembali tidak terpecah dalam dua kubu karena pemilu telah selesai.


Dapatkan info seputar Makassar lainnya langsung di akun LINE kalian. Klik gambar dibawah ini

Social media di makassar

Komentar

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.