Piala Adipura diantara Atribut Kampanye Pilkada

Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada kota Makassar dan kota-kota lainnya yang mendapatkan Piala Adipura pada tahun 2013. Piala Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Program Adipura bertujuan untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota dan membangun partisipasi aktif masyarakat melalui penghargaan adipura. Tentu Piala Adipura telah menjadi indikator kebersihan kota di mata masyarakat pada umumnya.

Ada gengsi yang dipertarungkan dan sebuah kebanggaan ketika telah mendapatkannya. Ada sebuah hasil ketika kota kita mendapatkan Piala Adipura. Mendapatkan perhatian masyarakat dari kota lain, misalnya. Perhatian itu menghasilkan sebuah kunjungan wisata ke kota yang mendapatkan Piala Adipura ini. Di Makassar tempat wisata yang terkenal adalah Anjungan Pantai Losari-nya. Salah satu dari banyak tempat di Makassar yang sering dikunjungi oleh wisatawan kota atau negara lain. Tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Tentunya dari hasil kunjungan ini akan memberikan hasil pada pendapatan pemerintah kotanya.

Tapi, apakah Makassar sudah layak untuk mendapatkan Piala Adipura pada tahun ini? Mari kita menengok jalanan di sepanjang kota ini. Semua tidak sebersih apa yang kita banggakan. Atribut-atribut kampanye bertebaran di setiap mata kita memandang. Kesan rapi jauh dari penilaian sebagian masyarakat yang resah dengan pemandangan ini. Atribut itu dapat kita jumpai terpaku di pohon, terikat di tiang listrik, hingga stiker kampanye tertempel di tembok-tembok rumah. Kemarin saya sempat melalui kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Andi Pangeran Pettarani, dan saya menemukan begitu banyak atribut kampanye di sepanjang jalur hijau. Saya tidak ingat kapan atribut kampanye pertama di Makassar hadir di tahun ini. Tapi, saya masih ingat kalau masa pemilihan kepala daerah telah berlangsung satu kali dan akan berlangsung lagi di beberapa waktu kedepan. Entah masih akan lahir berapa lembar lagi atribut semacam ini di jalur hijau Kota Makassar.

Atribut kampanye yang berada di jalan Racing Centre pada tanggal 9 Juni. (Sumber foto: @SupirPete2)
Atribut kampanye yang berada di jalan Racing Centre pada tanggal 9 Juni. (Sumber foto: @SupirPete2)
Atribut kampanye yang berada di jalan poros BTP pada tanggal 10 Juni. (Sumber foto: @Shiddiq_Wotu)
Atribut kampanye yang berada di jalan poros BTP pada tanggal 10 Juni. (Sumber foto: @Shiddiq_Wotu)

Perlu kita ketahui bahwa salah satu indikator penilaian Piala Adipura adalah kondisi pepohonan di jalan-jalan utama. Jika pohon di jalan-jalan berfungsi dengan baik tentunya akan memberikan nilai yang tinggi dalam penilaian. Tapi, sebaliknya, bila tidak ada maka nilainya kecil. Kondisi pepohonan. Secara formal, aturan tentang penilaian Adipura ini telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 07 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura.

Pertarungan pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang berlangsung pada bulan maret kemarin mampu memberikan sumbangsi terhadap pemandangan jalan kota ini. Lebih dari ratusan atribut kampanye mereka menghiasi Kota Makassar. Salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki sumber suara yang banyak. Tidak heran kalau mereka berusaha menyebar perhatian seluas mungkin dengan atribut kampanye yang malah merusak pemandangan.

Penilaian kota untuk Piala Adipura bagian kedua dimulai sejak maret. Masa kampanye calon walikota ini mungkin tidak masuk dalam waktu penilaian tersebut, sehingga banyak yang tidak percaya dengan prestasi “kota bersih” yang di raih. Saya pun sebenarnya tidak percaya dengan hasil yang di beri. Bukan bermaksud menghina kota sendiri, saya hanya terlalu sayang dengan kota ini. Beberapa bulan kedepan masa pemilihan Walikota Makassar akan berlangsung. Para pesertanya sudah mulai menyebar daya tarik dijalanan. Cara promosi yang klasik masih diterapkan, memasang atribut di pohon-pohon, tiang listrik dan tembok-tembok rumah masih diterapkan oleh beberapa calon walikota. Mereka seperti mengikuti cara yang diterapkan di pertarungan besar sebelumnya, pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan.

Larangan untuk memaku pohon yang digunakan menjadi avatar akun twitter @StopPakuPohon
Larangan untuk memaku pohon yang digunakan menjadi avatar akun twitter @StopPakuPohon

Gerakan yang sadar akan lingkungan mulai bereaksi. Salah satunya gerakan “stop paku pohon” yang menggunakan social media di Twitter. Banyak yang sepakat dengan gerakan ini dan berhasil menyuarakannya lebih luas. Ketika para calon Walikota Makassar mempertarungkan kasta tertinggi di kota ini tanpa memperhatikan kebersihan, masihkah mereka layak menduduki kursi itu?

Kalau mendapatkan predikat kota bersih harus dilalui dengan proses yang berat, tentunya akan ada proses lebih berat yang akan bersama kita hadapi. Proses itu adalah mempertahankan kebersihan kota. Kesadaran diri sendiri akan sangat berperan dalam proses ini. Mereka yang tidak percaya keberhasilan meraih Piala Adipura tentu berpikir bahwa kota dalam kondisi kotor, dan bisa saja mereka (tanpa sadar) yang mengotori. Oleh karena itu mari kita tunjukkan bahwa kota kita dalam kondisi bersih dan layak mendapatkan Piala Adipura. Mari kita membuat semuanya tampak layak di mata umum. Siapa yang tidak bangga tinggal di kota yang bersih?

Komentar

comments

2 thoughts on “Piala Adipura diantara Atribut Kampanye Pilkada

  1. methaziles Reply

    Di losari pun masih jauh dari kata bersih, sampah berserakan dimana2, atributx jцğα pada rusak, seperti pagar2 pembata…, tapi ÿªª••• Bolehlah brbangga diri mndpatkan piala adipura smoga ini mnjadi acuan pengelolahan kebersian scra “nyata”

    • Dimas Prakosooo Post authorReply

      Ada beberapa wilayah yang menjadi penilaian bagian kedua dari Adipura, dan itu luput menjadi bagian yang diperhatikan untuk kebersihan.

      Harapannya:
      Semoga Adipura menjadi penghargaan yang membuat malu orang-orang yang tidak menjaga lingkungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.