Social Media Makassar - Digital Marketing Makassar

Dusun Tatibajo; Anak yang Pemalu

Seusai shalat Jumat, kami bersiap melakukan perjalanan kembali. Masih dengan kendaraan yang berbody luar biasa, Hardtop. Kali ini kami akan melalui jalanan yang masih sama, bukan jalanan aspal dan datar. Kami akan melalui jalanan yang sedikit menanjak dan berlandaskan pada tanah saja.

Dimas Prakoso

SDN 22 Inp Rura

Pagi pertama kami telah menyapa. Kembali menyapa pula cangkir-cangkir teh yang berbaris di atas karpet. Kami melantai di depan televisi, sedang menanti giliran untuk mandi. Berita pagi menjadi salah satu sarapan kami. Mulai berita tentang Eyang Subur sampai berita tentang Korupsi Impor Daging Sapi.

Dimas Prakoso

80 KM dari Majene

Kondisi malam ini sedikit gelap. Jalanan hanya diterangi oleh cahaya dari lampu mobil kami. Sesekali kendaraan lain membantu menerangi dari arah belakang dan depan mobil ini. Rumah penduduk dapat diketahui dari cahaya putih yang tergantung di depan rumahnya. Jaraknya seperti menggunakan spasi 2.0 dalam sebuah penulisan, mereka sedikit berjauhan.

Dimas Prakoso

300 KM dari Makassar

Waktu telah menunjukkan jam 8 malam. Kami bertujuh sudah sampai di Ibukota Kabupaten Majene. Lebih dari 300 KM dari kota Makassar yang kami tempuh hari ini selama 10 jam. Bukan waktu yang normal untuk perjalanan Makassar-Majene sebenarnya. Dijalan kami sempat melakukan banyak singgah, ke rumah salah satu teman Penyala Makassar dan kerumah Ibadah (mesjid) untuk melaksanakan kewajiban. Persinggahan ini lah yang membuat saya tidak mengucapkan kata “terlambat” dalam perjalanan. Kami tidak mengucapkan kata “terlambat” juga karena kami menikmati perjalanan.

Dimas Prakoso

Bertemu

Malam ini saya dan beberapa teman membuat rencana baru. Nama rencana itu adalah “bertemu”. Rencana ini bukan tergolong kencan. Unsur rencana ini bukanlah 2 manusia yang sedang jatuh hati dan berlawanan jenis. Rencana ini lebih banyak melibatkan orang-orang yang berada di dua daerah berbeda, Majene dan Makassar. Kabupaten Majene menjadi tujuan pertemuan yang pertama antara Penyala Makassar dan anak-anak SD di Kecamatan Sendana.

Dimas Prakoso

Kabar Perpustakaan

Saya pernah memasuki salah satu sekolah di kota. Sekolah yang memiliki 3 bagian bangunan. Bangunan yang pertama terdiri dari 4 ruang kelas. Bangunan yang kedua terdiri dari 1 kantin, 2 ruang kelas dan 1 ruang guru. Bangunan ketiga awalnya saya tidak tahu berfungsi sebagai apa. Pintunya terlihat tertutup, seperti tidak ada kehidupan didalamnya.

Dimas Prakoso

Sosialisasi Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan - Kelas Inspirasi Makassar

Salam Inspirasi!

Kelas Inspirasi Makassar telah selesai. Semangat turun tangan langsung masih sangat hangat dirasakan pada kota ini. Orang-orang yang mendaftar seakan tidak ingin berhenti begitu saja pada tanggal 28 Maret. Tanggal pelaksanaan Hari Inspirasi di Makassar. Mereka mengatakan, “satu hari rasanya tidak cukup untuk menginspirasi”. Sempat saya mendengarkan secara langsung 1-2 orang relawan pengajar mengatakan hal ini. Kerja-kerja sosial memang memiliki rasa candu tersendiri. Mencutikan diri dari pekerjaan, mengajak anak-anak untuk mengejar mimpi dan cita-citanya. Iya, ini tugas mulia yang dipilih ...

Dimas Prakoso

Bahagia Sifatnya Menular - Kelas Inspirasi Makassar

Bahagia Sifatnya Menular

Kamis, 28 Maret 2013. Menurut penanggalan Kelas Inspirasi Makassar, hari ini adalah Hari Inspirasi. Hari yang pekerja-pekerja profesionalnya berkeinginan cuti dari pekerjaannya dalam sehari. Menceritakan pengalaman kerjanya dan menginspirasi anak-anak di Sekolah Dasar (SD). Sungguh mulia mereka. Membebaskan diri sejenak dari sebuah pekerjaan yang memberikannya materi di akhir bulan hanya untuk menginspirasi anak-anak SD. Sungguh terhormat mereka. Bisa mewakili teman-temannya yang berprofesi sama, yang jumlahnya banyak diluar sana untuk bertemu calon profesional muda di kota ini, Makassar. Saya adalah salah ...

Dimas Prakoso

Butuh bantuan dalam mengembangkan bisnis online Anda? Hubungi kami sekarang!